RADAR JEMBER - Harapan besar warga Tapal Kuda kembali mencuat. Pemerintah tengah menyiapkan pembangunan Tol Probolinggo-Lumajang (Tol Prolajang), proyek ambisius sepanjang 32 kilometer yang bakal memangkas waktu tempuh antarwilayah hanya menjadi 30 menit saja.
Tol ini digadang-gadang akan menjadi game changer konektivitas di Jawa Timur bagian selatan. Saat ini, jalur nasional Probolinggo-Lumajang dikenal padat, terutama saat musim liburan dan arus balik. Kehadiran tol baru ini akan menjadi solusi nyata bagi kemacetan sekaligus mendukung percepatan ekonomi daerah.
Proyek yang masuk dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2019 tentang percepatan pembangunan ekonomi Jawa Timur ini disebut-sebut sebagai kunci pemerataan pembangunan di kawasan Tapal Kuda.
“Dengan adanya tol ini, biaya distribusi pasti lebih murah dan pengiriman barang jadi lebih cepat. Ini kabar baik untuk pelaku usaha lokal,” ujar Budi Santoso, pengusaha asal Lumajang, Selasa (21/10/2025).
Selain mendorong arus logistik, keberadaan Tol Prolajang juga diyakini bakal menggairahkan sektor pariwisata. Akses menuju Bromo, Semeru, hingga Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) akan semakin mudah dijangkau wisatawan domestik maupun mancanegara.
Nilai investasi proyek Tol Prolajang diperkirakan mencapai Rp4,7 triliun. Pembangunannya dirancang melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) - mekanisme yang memungkinkan keterlibatan swasta tanpa membebani APBN.
Menurut Bambang Widodo, Kepala Pusat Pengembangan Infrastruktur Jawa Timur, tol ini nantinya akan terhubung langsung dengan Tol Pasuruan-Probolinggo di utara dan Tol Lumajang-Jember di selatan, membentuk jalur emas logistik utara-selatan.
“Tol Prolajang akan menjadi penghubung strategis antara kawasan industri dan destinasi wisata di Jawa Timur,” jelas Bambang.
Saat ini, pemerintah masih melakukan kajian kelayakan, survei lapangan, serta penyusunan master plan sebelum memasuki tahap lelang dan konstruksi fisik.
Meski antusiasme tinggi, proyek ini menghadapi tantangan besar: pembebasan lahan. Ribuan bidang tanah warga bakal terdampak di sepanjang trase tol. Namun, pemerintah daerah Probolinggo dan Lumajang memastikan prosesnya akan dilakukan secara adil dan transparan.
Warga setempat pun menyambut positif rencana tersebut. Mereka berharap tol ini tidak hanya mempercepat akses, tapi juga membuka lapangan kerja baru dan menumbuhkan sentra ekonomi di sekitar jalur tol.
Jika seluruh tahapan berjalan mulus, pembangunan fisik Tol Prolajang ditargetkan bisa dimulai dalam dua tahun ke depan. Saat rampung, tol ini akan menjadi penghubung vital antara kawasan industri, pertanian, dan pariwisata di sisi selatan Jawa Timur.
Dengan waktu tempuh yang jauh lebih cepat dan biaya logistik yang efisien, Prolajang siap menjadi simbol baru kemajuan infrastruktur di era konektivitas digital dan mobilitas cepat.
Penulis : Muhammad Robitunni'am
Redaktur : Ainul Budi