radarjember.id - Gunung Semeru mengalami erupsi pada Jumat, kemarin.
Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Gunung Sawur melaporkan, erupsi terjadi pukul 6 pagi dengan tinggi kolom letusan mencapai 700 meter.
Erupsi terjadi berupa letusan asap tebal yang mengarah ke barat dengan tinggi mencapai 700 meter diatas puncak Kawah Jonggring Saloko.
Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimal 22 milimeter dan berlangsung selama 2 menit 3 detik.
“Terjadi erupsi pada kemarin, letusannya mencapai 700 meter kejadiannya saat pagi hari. Kondisi cuaca cerah berawan, sehingga tinggi letusan bisa teramati,” ucap petugas PPGA, Yadi Yuliandi.
Sedangkan dalam 24 jam terakhir pos PPGA Semeru melaporkan, erupsi sudah terjadi sebanyak 61 kali.
Sedangkan gempa guguran tercatat terjadi 11 kali.
Kabid Kedaruratan dan Logistis BPBD Lumajang, Yudhi Cahyono, menjelaskan sejauh ini tidak ada laporan dari dampak letusan itu.
Aktivitas letusan yang terjadi masih dalam ambang batas aman.
Tetapi warga dihimbau tetap waspada. Ditambah hujan yang sering turun, membuat banjir lahar dingin bisa kapanpun terjadi.
“Tetap mewaspadai potensi banjir lahar dingin dan guguran lava pijar disepanjang aliran sungai dari hulu disepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Sat dan sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,” pungkasnya. (dea/fid)
Editor : Adeapryanis