radarjember.id - Kebutuhan sayuran dan bahan pangan untuk pemenuhan program pemerintah pusat Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dilakukan.
Upayanya dengan mengatur pola tanam sayuran agar bisa dipanen setiap hari.
Salah satunya kebutuhan sayuran di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pasrujambe dalam sekali produksi bisa membutuhkan 250-300 kilogram sayur untuk diolah menjadi hidangan lezat dan disalurkan ke 3.749 siswa di kecamatan tersebut.
Ratusan sayur itu akhirnya didapat dari sejumlah petani yang ada dilingkungan sekitar.
Pihak pengelola memanfaatkan poktan dengan mengatur sistem panen sayur setiap minggunya agar bisa dipanen dan memenuhi kebutuhan dapur umum.
“Sehari bisa 300 kilogram sayur, tergantung sayurnya juga. Tapi rata-rata segitu. Kami sudah bekerja sama dengan poktan untuk mengatur sistem panen sehingga tidak pernah kehabisan stok sayuran,” ucap pengelola dapur umum Pasrujambe, Novi Sanjaya.
Selain itu, ada beberapa poktan yang digandeng.
Setiap poktan diatur pola tanam dan jenis sayurannya. Sehingga setiap petani dengan luasan lahan tertentu bisa menyuplai beragam kebutuhan sayur.
Dengan begitu, kebutuhan sayur terus terpenuhi.
Jenis sayurannya pun beragam tergantung permintaan dapur.
“Jadi kami punya petani binaan, sistemnya digilir. Misal kelompok petani Plambang khusus selada dan pakcoy, daerah Sembin khusus sayur kacang dan buncis,” pungkasnya. (dea/fid)
Editor : Adeapryanis