radarjember.id - Belakangan ini harga cabai di pasar terus mengalami kenaikan, sampai-sampai Pemkab Lumajang akhirnya membentuk cluster pertanian cabai.
Saat ini, fokus produksi dan penanaman cabai dimaksimalkan di sejumlah kecamatan.
Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, sejumlah kecamatan yang digenjot untuk terus berproduksi itu di antaranya Kecamatan Sumbersuko, Pasrujambe, Senduro, Lumajang dan Kecamatan Kunir.
Tujuannya untuk menjaga pasokan dan hasil panen.
Kabid Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lumajang Hendra Suwandaru mengatakan, langkah pembentukan cluster pertanian cabai tersebut untuk menstabilkan harga cabai yang sempat mengalami kenaikan selama beberapa pekan terakhir.
Menurutnya, harga cabai memang fluktuatif, namun belakangan cenderung harganya semakin mahal.
“Dengan adanya cluster, produksi cabai lebih terkontrol sehingga harga di pasar tidak mudah naik tajam. Petani juga bisa berbagi praktik terbaik untuk hasil panen yang maksimal,” katanya.
Hendra menjelaskan, fluktuasi harga disebabkan oleh banyak faktor. Seperti stok cabai yang mulai menipis, cuaca yang tidak menentu sehingga cabai cepat busuk, serta serangan hama seperti petek, antraknosa, dan layu fusarium yang menurunkan hasil panen.
“Ini menjadi langkah solutif dari Pemkab Lumajang dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal. Dengan koordinasi yang baik, diharapkan fluktuasi harga cabai dapat diminimalkan dan pasokan tetap aman untuk masyarakat,” pungkasnya. (son/fid)
Editor : Adeapryanis