radarjember.id - Dampak rehabilitasi alun-alun Lumajang membuat pelaku UMKM yang biasa stand by di pedestrian, kini harus turun ke jalan. Sebab kawasan tersebut mulai ditutup.
Pusat keramain seperti car free day atau pun car free night tetap berlangsung meskipun proyek rehabilitasi sedang berjalan.
Keduanya tetap bisa beriringan untuk memudahkan pelaku UMKM berjualan, sedangkan proyek pemkab terus dikebut.
Proyek itu dinilai tidak mengganggu aktivitas warga, hanya saja pelaku UMKM yang berjualan harus turun ke sebrang jalan untuk menjaga jarak aman dari pengerjaan alun-alun yang sedang berlangsung.
“CFD sama CFN tetap berlangsung, yang biasanya jualan di pedestrian sekarang pindah ke sebrang jalan. Memang agak sempit karena yang jualannya turun semua,” ucap pelaku UMKM Neli Riqina.
Hanya saja, lokasinya terbatas dan semakin sempit. Karena UMKM yang awalnya berjualan di pedestrian hampir semua turun ke jalan.
Sehingga mereka harus datang lebih awal mendapatkan lokasi yang srategis untuk membuka lapak.
Selain itu, banyaknya pohon yang dipangkas membuat kawasan tersebut menjadi lebih panas. Lokasi yang awalnya rindang membuat pembeli akhirnya tak bisa menikmati kawasan itu.
“Memang lahannya makin terbatas karena yang jualan banyak, terus lokasinya makin panas,” ucap Wulandari pedagang lainnya. (dea/fid)
Editor : Adeapryanis