radarjember.id - Kebutuhan beras di Lumajang setiap harinya terus bertambah.
Apalagi dengan adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat maka kebutuhan beras ikut bertambah.
Namun, pemkab memastikan stok beras sampai beberapa bulan kedepan dipastikan aman.
Berdasarkan hasil sampling Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lumajang, 3 penggilangan yang menjadi bahan sampling mempunyai stok beras hingga 3 ribu ton. 3 penggilingan itu diantaranya PT. Mustikatama Group stok beras 3 ribu tok dan Gabah Kering Giling (GKG) 500 ton. PT. Nagayana Benia Union stok beras 935 ton, GKG 1.148 ton dan UD. Pak Tani stok beras 30 ton, GKG 20 ton.
Ribuan stok beras itu mampu mengkaver kebutuhan pangan warga Lumajang.
Sedangkan rata-rata kebutuhan beras di Lumajang setiap bulannya mencapai hampir 8 ribu ton dengan asumsi setiap hari satu orang menghabiskan 250 gram beras.
“Stok beras dipastikan aman, adanya MBG juga tidak terlalu berdampak karena penggilangan padi di Lumajang tembus puluhan sedangkan ketersediaan beras di Bulog pastinya juga ada,” ucap Analis Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lumajang Ika Wahyuni Hariyanti.
Sementara itu, sekitar 80 penggilingan padi di Lumajang juga terus beroperasi baik dalam skala kecil maupun skala besar untuk memenuhi kebutuhan pangan beras.
Sedangkan kebutuhan beras dalam satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Lumajang membutuhkan 250 kilogram setiap harinya.
Jika diestimasi selama 4 pekan dengan 20 kali pengiriman menghabiskan 5 ton beras. “Sehari menghabiskan 250 kilogram beras untuk 3 ribuan ompreng. Kebutuhan beras dan bahan lainnya sejauh ini tetap aman,” pungkas SPPG Pasrujambe, Novi Sanjaya. (dea/fid)
Editor : Adeapryanis