radarjember.id - Rata-rata kenaikan bahan pokok penting (bapokting) di pasaran didominasi oleh bawang merah dan cabai rawit.
Bahkan dalam sepekan kenaikannya terus beriringan, hal ini dikarenakan karena suplai komoditas tersebut terbatas.
Catatan Dinas Koperasi dan Perdagangan (Diskopindag) Lumajang rata-rata harga barang kebutuhan pokok di Lumajang sejak sepekan terakhir komoditas bawang merah, telur ayam ras mengalami kenaikan diatas 5 persen.
Disusul cabai rawit dan cabai rawit merah sampai 5 persen.
Untuk bawang merah HETnya berkisar Rp 36-41 ribu per kilogramnya, telur ayam ras Rp Rp 28-30 ribu per kilogram sedangkan cabai rawit Rp 40-57 ribu per kilogramnya.
Rata-rata harga ini didapat dari 13 pantuan pasar di Lumajang.
Meliputi Pasar Baru, Pasar Senduro, Pasar Klojen, Pasar Dawuhan, Pasar Klakah, Pasar Randuagung, Pasar Ranuyoso, Pasar Nogosari, Pasar Pasirian, Pasar Pronojiwo, Pasar Yosowilangun, Pasar Kunir dan MKS.
Kabid Perdagangan Diskopindag Lumajag, Dadang Arifin Prastiawan, menjelaskan dua komoditas itu kenaikannya cukup fluktuatif.
“Memang karena suplai dipasaran kurang terpenuhi, akhirnya harganya ikut naik. Bisa jadi juga karena belum masa panen,” ucapnya.
Kondisi ini yang membuat harga komoditas itu berangsur naik setiap harinya. Kalau pun mengalami penurunan jangka waktunya pendek sekali.
Memang kebutuhan komoditas itu sangat banyak, maka suplai kebutuhan perlu ditambah.
Selain itu, adanya petani yang menjual langsung ke pasar dalam jumlah banyak juga mempengaruhi harga.
“Sekarang banyak mobil pikap jual sayur dan komoditas lainnya dipasar. Akhirnya harga dipetani dan di kios kan berbeda,” pungkasnya. (dea/fid)
Editor : Adeapryanis