radarjember.id - Hujan yang melanda Lumajang beberapa waktu lalu selama 3 hari berturut-turut membuat lahan tembakau milik petani di Lumajang tergenang air hingga terpaksa pilih panen lebih awal.
Dengan total lahan yang terdampak mencapai 53 hektar.
Ketua Poktan Desa Wonosari, Kecamatan Tekung, Suheri menjelaskan total ada 1 hektar tanaman tembakau miliknya yang terdampak kemarau basah.
Akibatnya tanaman layu karena terlalu banyak menyerap air.
Bahkan, bagian daun tembakau paling bawah kondisinya menguning.
Terpaksa, tembakau miliknya harus dipanen lebih awal demi menyelamatkan tanaman yang masih bisa dipanen.
Dampak dari genangan air itu membuat dirinya merugi hingga Rp 50 juta.
“Harusnya bulan sekarang itu masuk musim kemarau, tapi malah kemarau basah. Jadinya begini, tanaman banyak yang tergenang air,” ucapnya.
Kabid Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lumajang, Mamiworo, menjelaskan pada dasarnya tanaman tembakau memang membutuhkan air namun dengan kondisi hujan berlebihan dampaknya tanaman menguning.
Saat ini yang bisa dilakukan, dengan memperbaiki saluran irigasi sehingga pembuangan air bisa berjalan lancar dan air hujan yang dihasilkan bisa mengalir ke pembuangan air.
“Total ada 53 hektar lahan tembakau yang terdampak akibat kemarau basah. Memang dari beberapa lahan tembakau irigasinya kurang maksimal akhrinya airnya menggenang,” pungkasnya. (dea/fid)
Editor : Adeapryanis