radarjember.id - Gelaran karnaval masih terus dilakukan meski telah lewat bulan. Namun, disejumlah desa kegiatan itu tetap berlangsung sebab bisa menumbukan peningkatan perekonomian.
Hal ini didukung dengan sejumlah penampilan dari sound horeg yang membuat pertumbuhan ekonomi naik berlipat lipat.
Banyaknya warga yang rela datang jauh-jauh dari kecamatan tetangga untuk menanti kehadiran sound tersebut.
Nur Halimah, pelaku UMKM yang aktif hadir disetiap kegiatan mengaku omzetnya naik dua kali lipat selama kegiatan berlangsung.
Menurutnya karnaval dan hiburan sound horeg ini menjadi ajang yang efektif untuk memperluas pasar dan memperkenalkan produknya kepada masyarakat luas.
“Karena ada pengunjung dari luar desa maupun desa setempat itu sangat menunjang omzet kita. Orang-orang yang sebelumnya belum tahu pun tentang UMKM kami bisa mengetahui produk yang kami jual,” ucapnya.
Dalam hari-hari biasa omzetnya hanya Rp 300 ribu, sedangakan dalam kegiatan keramaian yang sedang berlangsung bisa tembus Rp 1 juta.
Tingginya daya beli masyarakat membuat omzet selama dua hari naik pesat.
“Saya mulai pagi sampai malam jualan dan untuk pendapatan setiap hari bisa Rp 500 ribu kalau dua hari kan sudah Rp 1 juta,” ucapnya.
Peningkatan pendapatan yang dirasakan para pedagang menunjukkan bahwa kegiatan budaya dan hiburan dapat menjadi penggerak ekonomi lokal.
Kehadiran pengunjung dari luar desa menambah peluang bagi UMKM untuk menjangkau konsumen baru.
“Ini sekaligus menggerakkan perekonomian. Pelaku UMKM yang berjualan bisa dapat omzet yang banyak, artinya semua sektor diuntungkan,” pungkas kepala desa Senduro Farid Rahman. (mmg1/dea/fid)
Editor : Adeapryanis