radarjember.id - Pembangunan Jembatan Usaha Tani (JUT) jadi akses penting untuk menghubungkan jalan utama dan fasilitas lainnya.
Namun, di Sumbersuko warga justru berinisitif untuk membangun secara swadaya.
Hal ini dimulai dengan pembangunan balok penyangga jembatan usaha tani di Dusun Wangkit, Desa Sentul, Kecamatan Sumbersuko, kemarin.
Masyarakat sekitar dan TNI ikut ambil bagian saling gotong royong. Secara bertahap, proses pembangunan JUT akan terus dilakukan dengan melihat jumlah dana yang didapat.
“Hari ini kita mulai gotong royong, dari pembuatan balok penyangga untuk membuat jembatan. Prosesnya bertahap dengan melihat keuangan yang didapat dari hasil swadaya,” ucap koordinator Misnadi.
JUT memang menjadi akses yang sangat vital untuk mempermudah akses petani dalam proses tanam dan panen.
Sejauh ini petani sekitar hanya bisa menyebrangi sungai tiap kali menuju lahan pertanian.
Belum lagi ketika hujan turun dengan deras membuat debit air tinggi, dan petani yang melintas dijalur tersebut menjadi was-was. Sebelumnya, petani sudah membuat jembatan darurat dari bambu, namun saat ini ludes karena diterjang banjir.
“Jembatan ini bagian terpenting untuk mempermudah akses petani ke lahan sawah. Hari ini kami mulai kerja bakti untuk memperlancar program ketahanan pangan,” pungkas Danramil Sumbersuko, Kapten CZI Heri Cahyono. (dea/fid)
Editor : Adeapryanis