Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Pemkab Bondowoso Minta KDMP Bersinergi dengan Koperasi Konvensional

Ilham Wahyudi • Jumat, 12 September 2025 | 09:17 WIB

 

 

Kabid koperasi Diskoperindag Bondowoso NAVI SETIAWAN
Kabid koperasi Diskoperindag Bondowoso NAVI SETIAWAN

radarjember.id – Peluncuran 219 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Bondowoso, diharapkan menjadi motor baru penggerak ekonomi desa.

Pemerintah menegaskan, koperasi itu bukan pesaing 975 koperasi konvensional yang ada di Bumi Ki Ronggo.

Kehadiran KDMP diharapkan menjadi mitra yang harus bersinergi dan saling melengkapi untuk menggerakkan roda perekonomian desa.

Sehingga perekonomian masyarakat dapat tumbuh dan terus berkembang.

Kabid Koperasi Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso, Navi Setiawan mengatakan, semangat pengurus dalam menggerakkan koperasi di tingkat desa, merupakan hal yang penting.

Sehingga harus terus menerus ditingkatkan, hingga lembaga itu berjalan sesuai dengan tujuan pemerintah pusat.

Tujuan pemerintah menghadirkan koperasi, termasuk program baru KDMP adalah menjadikan koperasi sebagai penggerak roda ekonomi masyarakat.

Menurutnya, jika masyarakat desa mau jadi anggota koperasi, maka manfaatnya bisa dirasakan langsung.

“Karena kesejahteraan itu akan kembali ke anggota,” ujarnya.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, pada 2024 lalu, ada 975 konvensional yang masih aktif di Kota Tape.

Kemudian jumlah tersebut, bertambah dengan kehadiran 219 KDMP yang baru diluncurkan beberapa waktu lalu.

Meski demikian, Navi menegaskan KDMP tidak boleh dipandang sebagai pesaing koperasi konvensional, melainkan sebagai mitra kerja.

“KDMP hadir bukan untuk bersaing, tapi justru untuk bekerja sama dan saling melengkapi dengan koperasi yang sudah ada,” jelasnya.

Ia mencontohkan, jika terdapat Koperasi Unit Desa (KUD) dengan gudang tidak terpakai, fasilitas itu bisa dimanfaatkan bersama KDMP.

Gudang tersebut dapat dijadikan tempat penyimpanan pupuk maupun gas elpiji dengan pola kerja sama dan pembagian hasil yang saling menguntungkan.

“Kalau bersinergi, koperasi bisa saling membantu. Ini yang kami maksud simbiosis mutualisme,” imbuhnya.

Bondowoso sendiri memiliki jaringan koperasi yang kuat dengan anggota tersebar hampir di seluruh desa.

Dengan modal besar ini, peluang untuk menjalin kerja sama antar-koperasi dinilai sangat terbuka lebar.

Melalui sinergi antara KDMP dan koperasi konvensional, pemerintah berharap perputaran ekonomi desa semakin meningkat, sehingga kesejahteraan masyarakat desa bisa terwujud secara merata. (mmg3/ham/fid)

 

 

Editor : Adeapryanis
#KDMP #Koperasi #Bondowoso