radarjember.id - Sebagai kabupaten yang dikenal kota pisang, Pemkab Lumajang ingin memastikan ketersediaan stok buah itu di salah satu tempat produksi pisang.
Bupati Lumajang Indah Amperawati berharap komoditi buah tersebut menjadi produk unggulan daerah.
Dalam kegiatan sehari ngantor di kecamatan terpadu (setor madu) di Kecamatan Jatiroto, Bunda Indah sapaan akrab Bupati Lumajang bersama Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusume mendatangi sentral produksi di Desa Rojopolo, Kecamatan Jatiroto, kemarin.
Pemilik sentral produksi Jamaluddin mengatakan, lahan pertanian pisang binaannya tersebar di enam kecamatan di Lumajang.
Di antaranya, Kecamatan Randuagung, Jatiroto, Sukodono, Rowokangkung, Kunir, dan Kecamatan Tempeh. Setidaknya ada 30 petani lokal mitra yang mengelola lahan itu.
“Dalam sebulan, produksi pisang cavendish kami bisa mencapai 16 ton. Hasil panen didistribusikan ke berbagai kota besar, termasuk Surabaya, Jember, dan Bali. Selain itu, kami juga turut berkontribusi pada program sosial dengan menyuplai pisang untuk program dapur,” katanya.
Sementara itu, Bunda Indah menjelaskan, Pemkab Lumajang berkomitmen untuk terus memberikan dukungan terhadap pelaku usaha di Lumajang.
Termasuk pelaku usaha yang bergerak di sektor pertanian.
Apalagi, skema usaha itu juga ikut membantu untuk pemberdayaapetani pisang di Lumajang.
“Kami akan tetap membantu dan mendukung program-program pemerintah melalui program teknologi pertanian. Kami ingin menjadikan Lumajang dikenal sebagai kota pisang seperti dulu lagi,” pungkasnya. (kl/son/fid)
Editor : Adeapryanis