radarjember.id - Di akhir bulan kemerdekaan, gerakan pangan murah (GPM) yang diselenggarakan di seluruh kecamatan di Lumajang ramai diserbu warga.
Ketua DPRD Lumajang Hj. Oktafiyani mengapresiasi gerakan tersebut karena turut menekan harga kebuhan pokok di pasaran.
Seperti yang diamati di Alun-alun, akhir pekan lalu. GPM yang dihadiri oleh Bupati Lumajang Indah Amperawati bersama Ketua DPRD Lumajang Hj.
Oktafiyani serta jajaran Forkopimda itu ramai didatangi oleh warga untuk menebus pangan murah berkualitas.
“Kemerdekaan tahun ini tidak hanya dirayakan dengan upacara, tetapi juga hadirnya negara menjaga harga kebutuhan rakyat stabil. Melalui GPM itu, masyarakat bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” ujar Ketua DPRD Lumajang Hj. Oktafiyani.
Harga beras lima kilogram di stand tersebut dibanderol dengan harga Rp 56 ribu per karung. Berikutnya, untuk minyak seliter dihargai Rp 15 ribu.
Berikutnya, harga telur untuk satu kilogram hanya sebesar Rp 25 ribu. Kemudian gula pasir, sekitar Rp 15.500 per kilogram.
Pelaksanaan GPM itu telah dilakukan secara serentak di 21 kecamatan di Lumajang. Keberhasilan kegiatan itu merupakan hasil sinergi dengan berbagai pihak.
Seperti Bulog, para pelaku UMKM, sejumlah kelompok tani, serta beberapa pelaku usaha lokal.
Sementara itu, Bunda Indah sapaan akrab Bupati Lumajang menjelaskan, kehadiran GPM dirasakan langsung oleh seluruh masyarakat di Lumajang.
“Harga pangan yang stabil, masyarakat bisa tenang, daya beli terjaga, dan inflasi terkendali. Itulah arti kemerdekaan ekonomi,” pungkasnya. (kl/son/fid)
Editor : Adeapryanis