Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Sebanyak 2 Ribu Siswa di Kecamatan Pasrujambe Belum Terkaver MBG

Adeapryanis • Selasa, 26 Agustus 2025 | 15:17 WIB

DINIKMATI: Siswa Mts di Desa Karanganom, Kecamatan Pasrujambe langsung menyantap makan bergizi gratis (MBG) yang telah sediakan SPPG Pasrujambe. (ADE APRYANIS/RAME)
DINIKMATI: Siswa Mts di Desa Karanganom, Kecamatan Pasrujambe langsung menyantap makan bergizi gratis (MBG) yang telah sediakan SPPG Pasrujambe. (ADE APRYANIS/RAME)

radarjember.id - Sebagai salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang baru beroperasi di Lumajang upaya pemenuhan makan bergizi gratis (MBG) terus dilakukan dengan maksimal.

Total ada sekitar 6 ribu siswa yang harus mendapat makanan tersebut, namun 2 ribu siswa belum bisa dikaver.

Salah satu perwakilan yayasan Pemuda Nuswantara Sejahtera SPPG Pasrujambe, Novi Sanjaya, menjelaskan pihaknya hanya bisa mengkaver 4 ribu siswa.

Rinciannya tingkat TK/RA dan SD/MI kelas 1-2 jumlahnya 1.567 anak, SD kelas 4-5, SMP/MTS, MA berjumlah 2.182 anak dan ibu hamil, menyusui dan balita jumlahnya 251 orang yang tersebar di 44 sekolah.

Hal ini disesuaikan dengan sarpras dan 47 tenaga kerja di SPPG tersebut.

Sedangkan, 2 ribu siswa lainnya di wilayah tertinggal berada di dusun Tawon Songo, Tulungrejo, dan Wringin, desa Pasrujambe.

Pihaknya melakukan pengajuan tambahan kuota untuk mengkaver daerah tertinggal.

“Ini tantangannya Pasrujambe, kuota penerimaannya terbatas ada 6 ribu orang. Karena satu dapur umum kuotanya untuk 4 ribu orang, kita tinggal lihat nanti apakah kuotanya bisa ditambah dari Badan Gizi Nasional (BGN) atau harus ada tambahan dapur umum lagi,” ucapnya.

Namun, jika terpaksa kuota itu dilimpahkan ke SPPG Pasrujambe pihaknya sudah menyiapkan skema pengiriman dengan sejumlah armada.

Nantinya, makanan akan di angkut menggunakan mobil box dan didropping menggunakan sepeda motor untuk menjangkau lokasi tertinggal.

Pihaknya terus mengupayakan untuk tiga lokasi tertinggal agar mendapatkan kuota penerimaan MBG.

Sehingga semua sasaran bisa menikmati fasilitas dari pemerintah pusat.

“Sedang kami perjuangkan. Tapi, kalau memang harus ada dapur umum lagi apakah operasionalnya mampu, sedangkan kuotanya hanya 2 ribu,” pungkasnya. (dea/fid)

 

 

Editor : Adeapryanis
#SPPG #Mbg #MBG 2025 #Lumajang