radarjember.id - PEKERJAAN rehabilitasi Alun-alun Lumajang bakal memakan waktu selama tiga bulan.
Terhitung sejak bulan September hingga akhir Desember.
Praktis, selama rehabilitasi tersebut, ruang terbuka hijau itu bakal ditutup.
Tidak ada kegiatan kemasyarakatan maupun pemerintahan yang diizinkan.
Termasuk kegiatan car free day (CFD) maupun car free night (CFN) yang biasanya dilaksanakan pada akhir pekan.
Tidak hanya itu, seluruh proses kegiatan belajar mengajar (KBM) salah satu lembaga pendidikan yang berada di selatan Alun-alun juga bakal dialihkan sementara waktu.
Kabid Pemeliharaan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lumajang Gunawan Eko Prihantono mengatakan, rencananya dalam beberapa hari ke depan bakal dilakukan rapat koordinasi untuk kesiapan rehabilitasi Alun-alun Lumajang.
“Nanti kami akan segera rapat bersama lintas sektor untuk membahas apa saja yang perlu dilakukan penanganan. Seperti mungkin bagaimana arus lalu lintas, bagaimana penjual UMKM di sekitar lokasi dan seterusnya. Karena itu nanti akan dipagar keliling selama proses pengerjaan, akan ditutup,” katanya.
Uun sapaannya menjelaskan, selama penutupan itu, seluruh kegiatan masyarakat ditiadakan.
Pihaknya juga mengimbau kepada seluruh warga yang biasanya melakukan kegiatan olahraga lari untuk pindah ke stadion Lumajang maupun di GOR Wira Bhakti Lumajang.
“Yang jelas nanti ditutup mulai bulan depan, ini kesiapannya masih ditata. Rehabilitasi ini untuk mempercantik dan memperindah wajah Alun-alun. Termasuk membuat bagian depan yang ramah terhadap kaum disabilitas, edukatif, ramah anak dan ramah lingkungan,” pungkasnya. (son)
Editor : Adeapryanis