radarjember.id - Maraknya aksi pencurian di Lumajang akhirnya menyedot perhatian publik. Sampai-sampai Polda Jatim ikut turun tangan membereskan masalah ini.
Tim khusus Jatanras diterjunkan untuk mempercepat pengungkapan kasus tersebut.
Sementara itu, di internal Mapolres Lumajang juga telah membentuk tim khusus yang turut melakukan penyelidikan kasus pencurian.
Sebab, selain empat kendaraan bermotor milik mahasiswa KKN di Lumajang, ada beberapa kasus kehilangan lainnya di sejumlah kecamatan.
Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Untoro Abimanyu mengatakan, pembentukan tim tersebut untuk menangani kasus pencurian belakangan ini.
Tidak hanya empat kendaraan sepeda motor milik mahasiswa, melainkan sejumlah kasus kriminal lainnya yang belum terungkap.
“Tidak hanya yang berkaitan dengan kasus mahasiswa KKN, tapi juga kasus lain seperti pencurian hewan dan begal,” katanya.
Menurutnya, penyelidikan kasus pencurian yang terjadi di kantor Desa Alun-alun, Kecamatan Ranuyoso dan rumah Kades Tempeh Tengah, Kecamatan Tempeh mulai terang.
Namun, pihaknya tidak merinci maksud terang itu apakah berkaitan dengan identitas pelaku atau sekadar petunjuk.
Ipda Untoro optimistis timsus itu bakal segera mengungkap pelaku pencurian tersebut.
“Sesuai yang disampaikan Pak Kapolres kemarin, hasil penyelidikan sementara informasinya
sudah dekat, doakan kasus ini bisa segera terungkap,” tambahnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan pengerahan satu tim khusus Jatanras guna mempercepat pengungkapan kasus.
Sepekan terakhir, rentetan kasus curanmor memang menyedot perhatian publik. Beberapa kejadian bahkan berlangsung dalam waktu berdekatan.
“Tim sudah bergerak untuk melacak keberadaan pelaku. Perbantuan personel ini untuk mendukung kinerja jajaran Satreskrim Polres Lumajang. Tim di lapangan bekerja siang dan malam. Kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk membasmi kejahatan jalanan ini,” pungkasnya. (son/fid)
Editor : Adeapryanis