radarjember.id - UNGGAHAN Ahmad Faisol di grup Facebook Wong Lumajang memicu perbincangan warganet terkait pelaksanaan karnaval tanpa hiasan suara atau "sound horeg".
Dia mengajak masyarakat untuk tetap melanjutkan tradisi karnaval meski tanpa sound besar, demi kenyamanan semua pihak, termasuk pedagang kecil.
Unggahan tersebut mendapat berbagai respon. Beberapa warganet mendukung agar karnaval tetap berjalan meriah tanpa gangguan kebisingan.
Namun ada juga komentar yang menyuarakan ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai amburadul, seperti terlihat dalam pernyataan warganet akun Setiya Budy.
Ia mengkritisi perubahan istilah dan legalitas beberapa hal yang dianggap kontroversial. “Kembali ke model dulu, mengenang para pahlawan yang lebih bagus.” “Sesuatu yg berlebihan emang nggak baik.
Begitu juga volume sound yg berlebihan apalagi ditambah geal-geol bokong turun jalan.
Memperingati HUT RI tapi nggak ada bau-bau mengenang perjuangan pahlawan sama sekali,” tambah Fatin Tok.
Harapannya pemerintah bisa hadir, mmeberikan solusi nyata agar perbedaan bisa diredam. (dea/fid)
Editor : Adeapryanis