radarjember.id - Dampak antrian Bahan Bakar Minyak (BBM) di Jember membuat sejumlah SPBU di Lumajang kebanjiran konsumen.
Bahkan, beberapa kendaraan sampai mengular dijalan.
Pihak SPBU, langsung menambah ketersediaan BBM hingga 8 ribu liter.
Berdasarkan hasil pantauan beberapa SPBU yang dipadati konsumen berada di kawasan jalan nasional.
Tepatnya di SPBU Sukodono dan Karangsari. Bahkan, konsumennya tak hanya warga Lumajang, melainkan warga Jember yang kesulitan BBM.
Moh Aditya, salah satu konsumen asal Jember mengaku, kondisi ini sudah terjadi sejak kemarin.
Bahkan BBM yang didapat di wilayahnya sangat minim.
Terpaksa, upaya untuk mencari bahan bakar sampai rela membelinya ke Lumajang.
“Semua SPBU di Jember full, akhirnya dibelain kesini buat dapat BBM. Karena kan jadi kebutuhan, kalau kemana-mana jelas butuh bensin,” ucapnya.
Pengawas SPBU Sukodono, Didik Tri Prasetnya, menjelaskan kondisi ini terjadi sejak kemarin malam.
Bahkan, semua tempat pengisian BBM dipenuhi kendaraan.
Dari ketersediaan BBM jenis pertalite dan pertamax turbo 16 ribu liter saat ini yang tersisa hanya 3 ribu liter.
Namun, dipastikan ketersediaan BBM aman, hanya saja untuk pengiriman dari pertamina Surabaya masih menunggu waktu.
Rencananya, pengiriman akan dilakukan malam nanti.
Dengan ketersediaan menipis itu, otomatis BBM akan habis dalam waktu lebih cepat.
“Saat ini stok BBM kami tambah. Awalnya hanya 16 ribu liter, kami mengajukan permintaan menjadi 24 ribu liter untuk jenis pertalite, pertama, dan pertamax turbo. Sedangkan, untuk pertamax sudah habis siang tadi,” pungkasnya.
Dia tak menyangka, jika pembelian akan membludak seperti ini.
Sejak pagi, petugas mulai mengkondisikan kendaraan agar tak sampai mengular di jalanan. (dea/fid)
Editor : Adeapryanis