Radar Jember - Konflik bersenjata antara Thailand dan Kamboja mulai berdampak ke dunia olahraga.
Chang International Circuit, Buriram, yang biasa menjadi tuan rumah balapan MotoGP, kini berubah menjadi kamp pengungsian.
Seperti yang terlihat pada unggahan akun Facebook pihak sirkuit tersebut.
Ratusan tenda tampak memenuhi area pit lane sirkuit.
Dihuni oleh warga sipil yang mengungsi akibat pertempuran di wilayah perbatasan kedua negara.
Dikutip Radar Jember dari laman GPOne, menurut laporan sementara lebih dari 30 orang tewas dan sekitar 100 lainnya luka-luka, mayoritas dari kalangan sipil.
Sementara itu, sekitar 200.000 orang dilaporkan mengungsi.
Banyak di antaranya berasal dari Thailand dan kini mencari perlindungan di dalam area Sirkuit Buriram.
Hingga kini, belum banyak informasi resmi yang tersedia mengenai konflik tersebut.
Pemerintah kedua negara saling menahan informasi atau menyampaikannya dengan bias propaganda.
Belum ada kejelasan siapa yang memulai serangan terlebih dahulu.
Yang pasti, konflik ini bermula dari sengketa wilayah perbatasan sepanjang 800 kilometer yang diwariskan dari penetapan kolonial Prancis tahun 1907.
Upaya mediasi sudah dilakukan, termasuk oleh Perdana Menteri Malaysia, tapi belum menghasilkan solusi.
Kawasan Asia Tenggara memang tengah menghadapi banyak tantangan geopolitik dan sosial.
Termasuk konflik berkepanjangan di Myanmar dan gelombang unjuk rasa terkait krisis ekonomi di Malaysia.
Dari sisi olahraga, situasi ini berpotensi berdampak langsung pada penyelenggaraan MotoGP 2026.
Buriram dijadwalkan menjadi tuan rumah seri pembuka musim pada 27 Februari sampai dengan 1 Maret 2026.
Namun, jika kondisi keamanan tak kunjung membaik, besar kemungkinan balapan akan dibatalkan atau dipindahkan ke lokasi lain.
Editor : Imron Hidayatullahh