radarjember.id - Jumlah siswa di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Tompokersan, Lumajang ketambahan 40 orang dari jenjang TK hingga SMA.
Sejak tahun kemarin jumlahnya terus meningkat.
Otomatis hal ini membuat jumlah tenaga pendidik perlu ditambah untuk mengkaver semua siswa yang ada di sekolah tersebut.
Total kesuluruah ada 150 siswa dari semua tingkatan di sekolah luar biasa itu.
Setiap kelas otomatis tak mampu diisi oleh banyak siswa, karena jumlah tenaga pendidik perlu disesuaikan.
Paling banyak satu kelas diisi oleh 8 siswa untuk bisa memberikan pendidikan yang layak.
Sebab, ada banyak tantangan ketika mendidik siswa luar biasa.
Termasuk, menjaga stabilitas emosional setiap siswa agar tetap merasa aman dan nyaman mengikuti pembelajaran.
“Kami klasifikasi setiap kelasnya ada yang khusus tuna rungu, tuna wicara dan lainnya. Tujuannya untuk memudahkan proses pembelajaran,” ucap kepala SLBN Tompokersan Lumajang Anik Hariyanti.
Banyaknya jumlah siswa otomatis perlu tambahan tenaga pendidik.
Bahkan saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) rampung masih ada saja siswa baru masuk ke sekolah tersebut.
Kondisi ini juga tak bisa ditolak, pihak sekolah tetap menerima untuk memberikan pendidikan yang sesuai dan berkualitas.
Sebab, pendidikan berkualitas juga perlu didapatkan bagi siswa luar biasa agar setara dengan lainnya.
“Kalau di SLB ada pembelajaran rawat diri, jadi setiap siswa kita ajarkan merawat diri masing-masing sejak usia dini. Ini kan untuj kemandirian mereka juga. Kita juga berupaya memberikan kualitas pendidikan agar mereka tetap bisa berprestasi,” pungkasnya. (dea/fid)
Editor : Adeapryanis