radarjember.id - Warga Desa/Kecamatan Senduro gelar peringatan bulan suro dengan mengarak puluhan jolen dari Pura Mandhara Giri Semeru Agung menuju Kantor Kepala Desa Senduro sebagai bentuk rasa syukur terhadap hasil bumi yang didapat.
Kepala Desa Senduro, Farid Rahman Hermansyah, menjelaskan total ada 42 gunungan hasil bumi yang dibawa oleh setiap RW.
Masing-masing RW membawa 2 gunungan berisi hasil bumi desa sekitar dan satu buah ingkung beserta tumpengnya.
Menurutnya, ini menjadi tradisi tahunan yang tetap dilestarikan dengan mengutamakan kesakralan dan pakem jawa.
Sehingga eksistensi peringatan bulan suro atau pun muharram tetap terjaga.
Saat pelaksanaan warga dari berbagai agama juga turut hadir untuk mengikuti rangkaian tersebut, sekaligus memohon doa demi keselamatan dan keberkahan desa tersebut.
“Ini menjadi berkah tanah, kesehatan, ekonomi dari tanah bumi hasil Senduro yang harus disyukuri lewat peringatan bulan suro,” ucapnya.
Sebelum pelaksanaan jolen, warga melakukan ritual atau anjangsana ke beberapa tempat yang dianggap sakral.
Termasuk mengunjungi petilasan desa berupa mata air, bedah kerawang desa untuk melakukan doa bersama.
Kemudian dilanjut dengan barikan atau selamatan desa yang rutin digelar di 5 Dusun di Desa Senduro.
“Perisapannya satu bulan penuh. Mulai dari merancang, membuat gunungan dan persiapan lainnya. Senduro menjadi pondasi budaya di Lumajang, kami pun bertanggung jawab untuk melestarikan kebudayaan,” pungkasnya. (dea/fid)
Editor : Adeapryanis