radarjember.id - PERSOALAN sektor pertanian tidak ada habisnya.
Kali ini, Warga Desa Jatisari, Kecamatan Tempeh harus bersuara.
Setelah aliran sungai yang biasa digunakan sebagai pengairan tak berfungsi maksimal. Akibatnya, lahan sawah mereka kekeringan dan terancam gagal panen.
Padahal aliran sungai mengaliri 5 desa meliputi Jatisari, Sumberjati, Tempeh Tengah, Tempeh Kidul dan Lempeni.
Namun, sudah beberapa bulan terakhir kondisinya memprihatinkan.
Akhirnya warga membuat bendungan darurat kedung caring secara swadaya agar sawahnya teraliri air.
“Ini bukan proyek pemerintah, ini bendungan darurat kedung caring hasil gotong royong kami para petani,” tulis akun Moch Nur Rofi’i.
Informasinya, jika aliran sungai tidak mengalir maksimal maka sungai tercemar.
Sebab, warga sekitar masih sering membuang limbah rumah tangganya di sungai tersebut sehingga menimbulkan bau tidak sedap, lingkungan tidak nyaman dan muncul nyamuk.
Petani sekitar berharap bendungan permanen bisa direalisasikan sehingga sawah milik warga tak lagi kekeringan. (dea/fid)
Editor : Adeapryanis