Aksi komplotan maling yang terdiri dari tiga orang itu terekam CCTV klinik. Peristiwa itu terjadi pada 03.07. Mulanya, satu kendaraan sepeda motor vario tanpa plat nomor polisi disikat, berikutnya pelaku kembali mendatangi lokasi dan mencuri sepeda motor vairo lainnya.
Kepala klinik Andrian Pramana menjelaskan, sepeda motor yang dicuri itu merupakan milik keluarga pasien. Menurutnya, aksi pencurian itu berlangsung cukup cepat. Hanya dalam waktu kurang dari lima menit, dua sepeda motor yang parkir raib digasak komplotan maling.
“Sekitar pukul 03.00 (kemarin, Red), ada kehilangan motor. Kejadiannya begitu cepat, dari CCTV yang kita lihat itu tidak sampai satu menit. Sepertinya satu komplotan. Ini peristiwa pertama kali sejak 15 tahun klinik berdiri dan terekam CCTV. Harapannya pelaku segera tertangkap,” katanya.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Tempeh Aipda Reno Sujar Kuswanto menjelaskan, setelah mendapati informasi mengenai dua sepeda motor dicuri maling, pihaknya langsung mendatangi klinik untuk melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Memang belum ada laporan dari pihak korban. Tetapi kami melakukan penyelidian dari rekaman CCTV dan keterangan saksi-saksi. Nanti untuk selanjutnya kami menunggu laporan dari pihak korban. Pelaku mengambil sepeda motor dan kembali lagi, lebih dari dua orang,” pungkasnya.
Sebelumnya, aksi pencurian juga terjadi di kios yang terletak di Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangunpada pada hari Rabu (11/06) lalu. Aksi itu juga terekam oleh CCTV pemilik kios. Komplotan maling itu menggasak dua sepeda motor milik korban. (son/fid)
Editor : Hafid Radar Jember