Pengakuan pelaku, aksi pencurian itu telah dilakukan di puluhan lokasi. Totalnya mencapai 42 tempat kejadian perkara (TKP). Baik itu dilakukan sendiri maupun bersama komplotannya. Bahkan, lokasi pencurian sepeda motor ini tidak hanya dilakukan di Lumajang, melainkan luar kota, yaitu Malang dan Batu.
“Yang di Lumajang sendiri ada 4 tempat, bersama Firman 21 TKP. Kemudian yang di Malang-Batu ada 13 bersama teman dan 4 tempat sendirian," kata Affandi, 30, warga Kedungjajang saat keluar dari setelah menjalani perawatan kakinya di Rumah Sakit Bhayangkara Lumajang sekitar pukul 13.53.
Bagian kiri kaki Affandi terlihat diperban. Dia ditembak anggota polisi saat ditangkap di Pasar Baru, Lumajang. Setelah menjalani perawatan di rumah sakit, pelaku langsung digelandang ke mapolres Lumajang untuk menjalani pemeriksaan dan penyelidikan.
Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, Affandi beraksi bersama tiga orang komplotannya. Salah satu anggota komplotan itu berinisial Fr. Dia melakukan aksi pencurian di Lumajang dan di Malangraya.
Namun, hingga berita ini selesai ditulis pukul 16.40, pihak kepolisian masih belum memberikan keterangan. Sebab, Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar sedang melaksanakan zoom meeting bersama Kapolri di lantai dua mapolres Lumajang, kemarin. (son/fid)
Editor : Hafid Radar Jember