Manager cabor balap motor Vanny Eka Pramanda menjelaskan, total ada 3 atlet yang berangkat dengan mengikuti dua kelas yaitu kelas standart dan modif. Mereka sudah dipersiapkan sejak maret kemarin dengan melakukan latihan secara rutin meski di luar kota tepatnya di Kabupaten Malang dan Probolinggo. Keterbatasan tempat, membuat atlet harus berlatih ke kota tetangga.
Meski demikian, kemampuan yang dimiliki bisa diacungi jempol. Berdasarkan analisa dari total 16 Kabupaten yang mengikuti Porprov teemasuk Lumajang dinyatakan siap bertanding dengan target perolehan medali sebanyak 2 emas.
“Maret mulai persiapan, kita continue latihan dan siap memberikan yang terbaik dengan target bisa membawa pulang dua medali emas,” ucapnya.
Ketua Umum Koni Lumajang Budi Satria Andhika menjelaskan, cabor balap motor menjadi sejarah baru dalam gelaran Porprov sebab baru kali ini mengikuti ajang tersebut.
Tentu hal ini menjadi penyemangat baru untuk optimis meraih peringkat 17 dan memborong medali emas lebih banyak lagi. Pihaknya siap memberikan bonus mentas dari Koni dan Pemkab Lumajang.
“Dari koni akan memberikan yang terbaik buat adek-adek bonus mentas Rp 5 juta dari Koni Lumajang, termasuk dari Pemkab setelah ajang kejuaraan rampung,” pungkasnya. (dea/fid)
Editor : Hafid Radar Jember