Kondisi ini terjadi akibat banyaknya permintaan jumlah golongan darah O dan B semakin meningkat. Pengaruh cuaca yang tidak menentu membuat jumlah pasien disetiap rumah sakit bertambah dan membutuhkan banyak golongan darah.
Sedangkan saat ini, jumlah pendonor masih menipis pasca lebaran Idul Adha yang tidak sebanding dengan permintaan golongan darah. Humas UDD PMI Lumajang Novan Pradiksa menjelaskan, kurangnya stok kantong darah mulai terjadi sejak kemarin.
“Rata-rata untuk keluarnya darah O dan B bisa 15-30 kantong setiap hari. Sekarang ini kurangnya cukup banyak,” ucapnya.
Berdasarkan data UDD PMI Lumajang Selasa (10/6) kemarin, stok darah Whole Blood (WB) golongan darah A 2 kantong, B 1 kantong, O 4 kantong dan AB 2 kantong.
Untuk Packed Red Cell (PRC) jumlahnya golongan darah A 53 kantong, B 18 kantong, O 40 kantong dan AB 49 kantong. Sementara untuk trombosit dan liquid plasma terbilang aman.
Untuk mengatasi kekurangan itu, pihaknya melakukan layanan secara penuh untuk mendapatkan pendonor. Bahkan, menghubungi setiap pendonor untuk melakukan donor darah. “Golongan darah O dan B memang terbatas jumlahnya karena permintaan signifikan,” pungkasnya. (dea/fid)
Editor : Hafid Radar Jember