Padahal, aturan tersebut tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan. Hal itu memicu sejumlah penyakit kronis, terutama bagi mereka yang sudah berusia lanjut. Kondisi tubuh yang menurun, mudah terserang penyakit setelah mengkonsumsi daging merah. Terlebih campuran berbagai bahan pangan yang berlebih.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes P2KB Lumajang dr Marshall Trihandono menjelaskan, daging kurban bisa memicu beragam penyakit. Diantaranya kadar lemak darah, kolesterol, dan asam urat. Bahkan, orang yang memiliki gangguan metabolisme bisa terdampak.
“Konsumsinya memang harus sesuai kebutuhan. Nggak banyak dan nggak sedikit, artinya cukup. Kalau berlebih jelas akan mengganggu kesehatan,” ucapnya.
Sebagian besar daging diolah menjadi sate. Daging merah yang dibakar dengan api sampai menghitam maka mengandung zat karsinogen. Zat itu memicu kanker dalam tubuh. Namun, jika dibakar tidak sampai gosong maka masuk kategori aman.
Apalagi kebutuhan daging merah setiap orang berbeda. Tidak semua umur memiliki takaran yang sama. Kebutuhan orang dewasa diperkirakan satu gram berat badan sehari. Sedangkan kebutuhan protein 60 sampai 70 gram.
“Makanya konsumsi dagignya harus seimbang termasuk protein dan vitaminnya. Sehingga semua asupan terpenuhi dan kesehatan tubuh lebih terjamin,” pungkasnya. (dea/fid)
Editor : Hafid Radar Jember