Bibit yang diberikan berasal dari hasil perbanyakan Pohon Induk Tunggal (PIT) yang tumbuh subur di wilayah Gucialit dan telah melewati proses seleksi ketat untuk menjamim mutu dan keaslian varietas. Sehingga populasi durian kembang kedepannya bisa berkembang lebih banyak.
Apalagi saat ini peminatnya semakin tinggi. Konsumen dari berbagai kota membuat pemkab Lumajang merespon dengan cepat agar jumlah varietas unggul bisa mencukupi permintaan konsumen.
“Prospek duriannya sangat bagus, makanya pemberian bibit ini diharapkan secara bertahap bisa dilakukan perbanyakan varietas mandiri dan bersertifikat ditingkat lokal,” ucap Kepala DKPP Lumajang Retno Wulan Andari.
Durian lokal dengan kualitas premium itu memiliki ciri khas tersendiri. Di bagian poros buah tumbuh bunga kecil secara alami. Tekstur daging buahnya lembut, pulen dan kering. Cita rasanya legit manis pahit. Kandungan vitamin C tinggi dan kadar lemaknya rendah jadi andalan konsumen.
Saat ini durian kembang memiliki produktivitas tinggi, dengan potensi hasil mencapai 350 kilogram per pohon per musim panen. Kedepan komoditas hortikultura ini diproyeksikan menjadi basis pengembangan wisata dan ikon ekspor dalam 5 tahun kedepan.
“Harga jualnya mencapai Rp 100 ribu perkilogram. Makanya kedepan kami proyeksikan jadi basis pengembangan wisata,” pungkasnya. (dea/fid)
Editor : Hafid Radar Jember