Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Lumajang Indah Amperawati meninjau rehabilitasi itu, kemarin. Rombongan itu ingin memastikan penyelesaian tanggul dan penahan aliran lahar yang menghabiskan anggaran mencapai Rp 10,5 miliar tepat waktu.
Bunda Indah sapaan akrab Bupati Lumajang mengatakan, panjang tanggul yang nyaris terkikis habis mencapai 280 meter. Bahkan, beberapa meter di antaranya telah sampai dinding tanah. Padahal, di balik tanggul itu terdapat pemukiman warga yang rawan terdampak bencana.
“Hari ini (kemarin, Red) kami kedatangan ibu gubernur untuk melihat progres rehabilitasi tanggul di Dusun Kebondeli. Karena cuaca ektrem, progresnya tidak secepat yang kita bayangkan. Karena begitu dibangun pondasi, terkena banjir lahar. Ini sudah kita laporkan dan dilakukan penanganan,” katanya.
Informasinya, perbaikan itu telah dilakukan sejak dua pekan yang lalu. Perbaikan pondasi sedalam tiga meter sudah dilakukan. Namun, setelah banjir lahar, pondasi itu tertimbun material vulkanis. Namun, rencananya penyelesaian tanggul ditarget selama tiga bulan mendatang.
Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, total anggaran yang digelontorkan untuk perbaikan ini menghabiskan Rp 10,5 miliar. Harapannya, penyelesaian rehabilitasi jembatan sesuai target. Sebab, ada banyak warga yang rawan terdampak.
“Ada rumah, ada sawah. Pasti sawahnya terdampak, rumahnya menjadi rawan terhadap kemungkinan terjadinya bencana susulan. Tanggul ini kalau tidak segera dibangun, sawahnya juga akan terdamak. Multiplier effect-nya banyak. Saya minta apapun dicoba,” pungkasnya. (son/fid)
Editor : Hafid Radar Jember