Tidak seperti biasanya, kondisi pasar hewan di Jogotrunan, Lumajang kian ramai dikunjungi warga. Mereka adalah pembeli yang hendak memborong sapi dagangannya. Bukan dari Lumajang saja melainkan dari luar kota. Para pedagang pun begitu antusias saling menawarkan sapi kepada calon pembeli.
Rupanto salah satu pedagang sapi menjelaskan, jika sejak sepekan terakhir harga jual sapi naik hingga Rp 2 juta. Untuk sapi dengan bobot sedang dibanderol Rp 15 juta, saat ini harga jualnya menjadi Rp 17 juta. Sedangkan sapi bobot besar dari harga Rp 23 juta menjadi Rp 25 juta.
“Kalau saat ini harganya masih cukup wajar, naik tapi nggak begitu signifikan. Untuk pembelinya terus-terusan ada saja, karena mereka mencari harga yang terjangkau,” ucapnya.
Calon pembeli khawatir, mendekati hari H harga jual sapi semakin mahal. Antisipasi ini yang membuat mereka harus rela membeli hewan kurban jauh-jauh hari agar mendapat sapi dengan kualitas baik dan bobot yang besar.
Sementara itu, ketersediaan sapi dengan berbagai jenis cukup tersedia di pasar hewan Lumajang. Mulai jenis Simental, Brahman, Limousin dan sapi lokal, tidak heran jika pembelinya juga berasal dari Surabaya dan sekitarnya.
“Kalau nggak beli sekarang khawatir tambah mahal. Kalau jauh-jauh hari bisa pilah pilih, mana yang cocok itu yang dibeli. Jadi bisa memperbandingkan harga dulu,” pungkas Rukmanto pembeli. (dea/fid)
Editor : Hafid Radar Jember