radar jember - Antusiasme masyarakat terhadap seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2025 kembali membludak.
Namun, di balik semangat tersebut, muncul fenomena yang memprihatinkan: banyak pelamar yang mendaftar hanya demi status PNS tanpa memahami tugas dan tanggung jawab formasi yang dipilih.
Fenomena ini disebut oleh sejumlah pengamat sebagai "pelamar karbitan".
Berdasarkan hasil survei cepat yang dilakukan oleh Forum Pemerhati ASN, lebih dari 30% pelamar CPNS 2025 mengaku memilih formasi karena ikut-ikutan atau karena saran orang tua, bukan berdasarkan minat dan kompetensi pribadi.
Bahkan, sebagian besar tidak tahu apa saja tugas pokok instansi yang mereka lamar.
“Saya daftar di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai karena kata teman itu kerjanya enak. Tapi saya sendiri belum pernah baca soal tugas-tugasnya,” ungkap Riki (24), seorang pelamar asal Surabaya, saat diwawancarai usai mengikuti simulasi CAT di sebuah bimbel.
Fenomena ini dinilai mengkhawatirkan oleh pengamat birokrasi publik, Dr. Andri Sulistyo, dari Universitas Airlangga.
Ia menilai bahwa pelamar karbitan berpotensi menurunkan kualitas pelayanan publik karena minimnya dedikasi dan pemahaman terhadap jabatan yang diemban.
“Jika seorang ASN hanya mengejar gaji, tunjangan, atau status, lalu tidak mencintai pekerjaannya, maka jangan heran jika muncul pegawai yang pasif, minim inovasi, dan malas,” jelasnya.
Tak jarang juga pelamar “karbitan” berakhir mengundurkan diri setelah lolos karena merasa tidak cocok dengan lingkungan kerja atau lokasi penempatan.
Hal ini tentu merugikan negara karena proses rekrutmen memakan anggaran dan waktu yang besar.
Menteri PAN-RB Abdullah Azwar Anas pun menanggapi fenomena ini dengan serius.
Dalam pernyataannya, ia mendorong masyarakat untuk lebih bijak dan sadar diri dalam memilih formasi.
“Jangan asal pilih. Baca dulu deskripsi tugasnya, cek lokasi penempatannya, dan pertimbangkan apakah kamu siap mengabdi di sana,” katanya.
Sebagai upaya edukasi, pemerintah melalui BKN dan KemenPAN-RB juga telah menambahkan fitur "deskripsi jabatan" di portal SSCASN agar pelamar dapat memahami secara rinci posisi yang akan mereka isi.
Dengan meningkatnya transparansi dan kemudahan akses informasi, diharapkan pelamar CPNS di masa depan bukan hanya berorientasi pada status, tetapi juga memiliki semangat pengabdian dan kesiapan mental untuk menjadi bagian dari pelayanan publik.
Penulis: Anik Kholifatul Imania