radarjember.id - Total 17 grup musik patrol memadati Alun-alun Lumajang. Mereka saling unjuk kebolehan untuk mengenalkan budaya lokal. Acara tahunan yang digelar Pemkab Lumajang terus dilestarikan sebagai salah satu kebudayaan lokal yang akan mendunia.
KH Ahmad Qusairi, Ketua 1 Takmir Masjid KH Anas Machfudz, menjelaskan kegiatan ini bagian dari program kerja tahunan Remaja Masjid Lumajang. Festival tersebut bukan hanya hiburan biasa, melainkan terdapat nilai kebudayaan dan keagamaan yang mendalam. Sebab, lantunan solawat jadi pengiringnya.
“Tujuannya untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan umat Islam, menggali kreativitas generasi muda, melestarikan seni budaya, dan mensyiarkan Islam,” tuturnya. Dari 17 peserta, satu diantaranya berasal dari Kecamatan terjauh yaitu Klakah. Lengkap dengan dekorasi patrol yang bagus dan menjadi daya tarik penonton.
Baca Juga: Adanya THR Momen Lebaran Idul Fitri Bisa Merangsang Pertumbuhan Ekonomi Lokal, Begini Pendapat Pakar Perekonomian Unmuh Jember
Bupati Lumajang Indah Amperawati Masdar sekaligus membuka festival patrol menyampaikan, ini bagian dari melestarikan budaya lokal. Zaman dulu, musik patrol dijadikan alat untuk membangunkan orang sahur dan menjaga keamanan. Saat ini, jadi ajang pelestarian.
“Kita harus melestarikan budaya lokal agar tidak tergerus zaman. Apalagi peminatnya banyak didominasi anak-anak muda. Ini harus kita wadahi, agar musik patrol tetap lestari,” pungkasnya. (dea/fid)
Editor : Adeapryanis