radarjember.id - Momentum mendekati bulan ramadan, sejumlah komoditas mengalami kenaikan signifikan, salah satunya beras. Selama sepekan menjelang ramadan kebutuhan beras diprediksi bakal naik tiga kali lipat. Penyebabnya, karena jumlah permintaan cukup banyak.
Rata-rata kebutuhan beras di Lumajang setiap bulann mencapai 7.785 ton, dengan asumsi kebutuhan konsumsi beras setiap orang dalam sehari mencapai 250 gram. Saat bulan ramadan kebutuhan beras akan naik 3 kali lipat menjadi 25.042 ton beras.
Baca Juga: Bunda Indah-Mas Yudha Dilantik, Lumajang Dipimpin Masdar Jilid ke IV
Analis Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lumajang Ika Wahyuni Hariyanti menjelaskan, penyebab kenaikan harga karena permintaan konsumen membludak. Terutama, bagi warga yang mengikuti arisan sembako mereka lebih awal membeli beras untuk mengantisipasi kenaikan harga.
Disusul kebutuhan konsumsi dan permintaan beras untuk menunaikan zakat sebelum salat idul fitri dan permintaan beras selama lebaran. “Memang fenomena jelang ramadan seperti itu. Kebutuhan beras terus meningkat biasanya sepekan sebelum ramadan dan dua pekan setelah lebaran,” ucapnya.
Dia menambahkan, stok beras selama dua bulan kedepan dipastikan aman. Berdasar hasil pantauan di tiga penggilingan padi meliputi Nagayana, Mustikatama dan Hasil Tani bisa menghasilkan 1.500 ton beras setiap bulan. Sedangkan di Lumajang total ada 80 penggilingan padi baik itu skala besar maupun kecil.
Baca Juga: Viralnya Tarik Tabungan Dari Bank BUMN, Ini Respon dan Himbauan Dari BRI
“Ini tiga penggilingan yang dipantau, memang belum panen raya, kemungkinan akhir Februari atau awal Maret. Tapi, melihat jumlah penggilingan padi dipastikan aman jelang ramadan nanti,” pungkasnya. (dea/fid)
Editor : Adeapryanis