radarjember.id - Pelantikan Indah Amperawati kemarin menjadi legitimasi kekuasaan bani Masdar mengakar di Lumajang. Sebab, hingga pilkada langsung yang ke empat, bani Masdar atau keturunan Masdar itu masih dipercaya oleh masyarakat untuk kembali memimpin Lumajang.
Tahun 2008 lalu, Sjahrazad Masdar atau kakak Indah Amperawati terpilih sebagai kepala daerah hasil pemilihan langsung pertama kali di Lumajang. Kemudian mencalonkan tahun 2013 dan terpilih kembali. Sayangnya, kekuasaan itu berakhir tahun 2015, karena Sjahrazad meninggal dunia.
Kekosongan selama tahun 2015 - 2018 digantikan oleh As’at Malik. Di periode 2018 lalu, Indah Amperawati atau Bunda Indah berpasangan dengan Thoriqul Haq menang dan menjadi Wakil Bupati Lumajang hingga 2023. Terakhir, di periode 2025-2030 akhirnya terpilih menjadi Bupati Lumajang.
"Jika Bunda Indah yang menang, maka akan mengukuhkan di Lumajang itu Masdar Jilid IV,” kata Mohammad Hariadi Eko Romadhon, pengamat politik Lumajang asal Universitas Lumajang (Unilu) beberapa waktu lalu.
Eko Romadhon menjelaskan, Bunda Indah terpilih menjadi bupati juga menjadi rekor sejarah dalam kepemimpinan di Lumajang. “Juga pertama kali sebagai bupati perempuan di Lumajang,” tambahnya.
Menurutnya, bani Masdar sering disebut-sebut mendirikan dinasti politik oleh banyak orang. Sebab, selain Sjahrazad Masdar dan Indah Amperawati, terdapat salah satu keturunan Masdar lainnya yang diyakini bakal disiapkan untuk menjadi kepala daerah di Lumajang, mendatang.
“Kalau dinasti Masdar ini dibangun, tidak menutup kemungkinan Bunda Indah lima tahun ke depan bisa mencalonkan diri, atau kalau tidak ya generasi berikutnya, ya Mas Aul, itu putranya itu juga bisa disiapkan memimpin Lumajang. Statusnya dia sekarang masih PNS di provinsi,” pungkasnya (son/fid)
Editor : Adeapryanis