radarjember.id - Tahap pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) 123 Tahun Anggaran (TA) 2025 kembali hadir di Lumajang, Rabu (19/2). Adapun daerah yang menjadi sasaran pembangunan terletak di Dusun Mlambing dan Dusun Tugu Desa Burno, Kecamatan Senduro.
Prosesi pembukaan TMMD dimulai dengan melangsungkan upacara di lapangan Dusun Karanganyar Desa Burno. Kegiatan itu diikuti kurang lebih 300 peserta dari jajaran perangkat daerah, legislatif, forkopimda, hingga masyarakat.
Inspektur upacara dinahkodai Sekda Lumajang Agus Triyono. Kemudian, perwira upacara adalah Pasi Pers Kodim 0821 Kapten Inf Bambang Mulud Diarso. Terakhir, Danramil 0821/11 Yosowilangun Kapten Inf Jasmadi sebagai komando upacara.
Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD 123 Dandim Kodim 0821 Lumajang Letkol Inf Ronny Wijaya Koesuma mengatakan, pelaksanaan TMMD akan berlangsung sampai 20 Maret 2025 mendatang.
"Ini sesuai dengan dasar surat dari Pj Bupati Lumajang nomor : 400 10.2.2 / 1652.427.57 / 2024 tanggal 6 Agustus 2024. Lokasi yang menjadi sasaran TMMD ke 123 TA 2025 ditetapkan di Dusun Mlambing dan Dusun Tugu Mlambing Desa Burno Kecamatan Senduro," katanya.
Sesuai dengan tema yang dibawakan, mewujudkan pemerataan pembangunan dan mendukung ketahanan pangan nasional menjadi komitmen teguh yang terus digaungkan. Upaya itu juga bertujuan untuk mendukung pemerintah dalam percepatan pembangunan daerah tertinggal dan daerah terpencil.
"Sesuai temanya yaitu dengan semangat TMMD mewujudkan pemerataan pembangunan dan ketahanan pangan nasional, kami berkomitmen untuk terus mendukung pemerintah dalam menjangkau daerah-daerah tertinggal," tambahnya.
Adapun sasaran utama dari pelaksanakan TMMD kali ini bakal fokus pada sejumlah aspek. Salah satunya, pengerjaan peningkatan kualitas jalan desa hingga sepanjang 662 meter. Melakukan pekerjaan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH). Serta penyediaan sumur bor dan pompanisasi.
"Ada juga target penanaman 700 pohon keras dan buah, pemberian PMT kepada 100 balita untuk ketahanan pangannya. Ini untuk rehabilitasi RTLH ada lima unit, sedangkan sumur bor dan pompanisasi ada tiga unit. Semoga ini bisa sukses dan terlaksana," ungkapnya. (has/bud)
Editor : Adeapryanis