Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

ASN Guru di Lumajang Makin Berkurang, Keberlangsungan di Sekolah Tidak Ideal

Adeapryanis • Selasa, 18 Februari 2025 | 14:10 WIB

TERTIB: Apel di lingkungan Pemkab Lumajang yang diikuti oleh sejumlah pegawai. (MUHAMMAD HASBI/RAME)
TERTIB: Apel di lingkungan Pemkab Lumajang yang diikuti oleh sejumlah pegawai. (MUHAMMAD HASBI/RAME)

 

radarjember.id - Jumlah aparatur sipil negara (ASN) guru di lingkungan Pemkab Lumajang terus berkurang. Kekurangan itu tidak diiringi penambahan tenaga baru. Sehingga, kekurangan guru menjadi masalah yang belum terselesaikan. Apalagi setiap tahun banyak yang purna tugas alias pensiun.

Hingga akhir periode 2024, jumlah keseluruhan ASN guru tercatat sebanyak 2.242 orang. Sedangkan jumlah pegawai pemerintahan dengan perjanjian kerja (PPPK) guru sebanyak 1.075 orang. Kemudian ada 1.402 guru honorer yang sudah masuk dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Baca Juga: Minimal Kumpulkan Rp 200 Juta Sebulan, Kejar Target Pajak Reklame di Lumajang

Plt Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Lumajang Heppy Septevin Gumilang mengatakan, ribuan guru tersebut mengajar di 628 lembaga pendidikan di bawah naungan Pemkab Lumajang. SD sebanyak 558 lembaga, SMP sebanyak 70 lembaga.

“Ini semuanya yang negeri ya, jadi secara rata-rata kekurangan PNS guru itu sekitar satu sampai dua guru setiap lembaganya. Jumlah yang masuk ini tidak mesti bisa mengikuti yang keluar, karena rekrutnya dari CPNS, ini pun formasinya cuma puluhan, PPPK juga terbatas," ujarnya.

Terus berkurangnya tenaga guru yang berstatus ASN membuat ketersediaan guru di sejumlah lembaga pendidikan negeri dari jenjang SD sampai SMP tidak ideal atau tergolong kekurangan. Apalagi, tenaga yang masuk tidak mampu mengimbangi jumlah yang hilang.

"Untuk yang pensiun rata-rata setiap tahun ada sebanyak 30 sampai 40 orang tenaga ASN guru. Jumlah ini tidak mencakup dari tenaga yang mutasi, maupun yang meninggal dunia. Jadi, memang di Lumajang ini masih kurang guru, kekurangan ini bahkan tidak hanya ratusan dan tidak bisa kita bendung," katanya.

Baca Juga: UPDATE Kuota Haji di Kabupaten Jember: CJH Wajib Miliki BPJS Kesehatan Aktif, Cek Faktanya Ini

Kepala Dindikbud Lumajang Nugraha Yudha menjelaskan, kekurangan tenaga ASN guru karena faktor pensiun, mutasi sampai meninggal dunia, jumlahnya sekitar tiga sampai lima persen setiap tahun. Kondisi itu membuat kekurangan di sejumlah lembaga tergolong signifikan. (has/son/fid)

Editor : Adeapryanis
#ASN Guru #Guru #asn 2025 #Lumajang