radarjember.id - Jarak aman aktivitas warga Lumajang dari puncak Gunung Semeru masih dibatasi sejauh delapan kilometer. Aturan itu menjadi salah satu upaya untuk mencegah munculnya korban akibat potensi bencana. Apalagi, erupsi masih sering terjadi dengan jarak luncur satu kilometer, kemarin.
Erupsi memunculkan kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat itu terjadi pukul 04.52 WIB. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milometer berdurasi 163 detik.
Kabid Kedaruratan dan Rehabilitasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Yudhi Cahyono mengatakan, warga diharapkan tidak melakukan aktivitas hingga sejauh delapan kilometer dari puncak Gunung Semeru, dibatasi di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan.
"Ini memang batas yang harus diikuti untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan. Apalagi aktivitas erupsi Gunung Semeru masih bersifat fluktuatif. Jadi sulit diprediksi kemunculannya, masyarakat harus mengikuti imbauan ini sembari meningkatkan kewaspadaan," katanya.
Tidak hanya harus mewaspadai potensi munculnya awan panas dan guguran lava, warga juga direkomendasikan untuk menjauhi aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru saat cuaca sedang buruk. Sebab, dikhawatirkan bisa terdampak banjir lahar dingin yang bisa muncul saat hujan.
"Jadi, di luar jarak delapan kilometer itu, aktivitas di jarak 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan juga harus dijauhi, apalagi saat hujan dan cuaca buruk. Ini untuk potensi bisa terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar itu jaraknya 13 kilometer dari puncak," tambahnya.
Baca Juga: Jangan Ada Pungli di Objek Wisata Bondowoso, Harapkan Pariwisata Sektor Utama Pendapatan
Intensitas letusan Gunung Semeru dilaporkan cukup tinggi selama tahun ini. Jumlah letusan yang pernah tercatat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) bahkan sudah tembus 620 kali sampai, kemarin.
"Untuk itu, yang terpenting saat ini masyarakat tetap harus mewaspadai potensi bencana yang bisa muncul. Tetap harus mengikuti rekomendasi yang diberikan PVMBG maupun petugas yang ada di lapangan," pungkas Yudhi. (has/son/fid)
Editor : Adeapryanis