Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Tugas Jasa Pendamping di Gunung Semeru Hanya Dihargai Segini, Dinas Pariwisata Lumajang Buka Suara

Adeapryanis • Rabu, 12 Februari 2025 | 02:14 WIB

SANTAI: Pengunjung di Ranupani tampak sedang bersantai menikmati liburan di tepian danau.
SANTAI: Pengunjung di Ranupani tampak sedang bersantai menikmati liburan di tepian danau.

radarjember.id - Aktivitas pendakian Gunung Semeru sampai batas Ranu Kumbolo masih dihentikan. Namun, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) mulai melakukan evaluasi tugas jasa pendamping. Sebab, tarifnya lumayan mahal, mencapai Rp 300 ribu.

Sampai saat ini memang belum diketahui pasti kapan akses pendakian itu bakal kembali dibuka. Namun, kebijakan mengenai penggunaan jasa pendamping memang banyak dipermasalahkan. Nominal itu dianggap sangat memberatkan pengunjung yang ingin menikmati keindahan gunung Semeru.

Kepala Dinas Pariwisata Lumajang Yuli Harismawati mengatakan, kebijakan wajib memakai jasa pendamping yang ingin melakukan pendakian Gunung Semeru masih dievaluasi. Sebab tugas pendamping seharusnya tidak sekedar menjaga agar pendaki tidak melebihi batas, tetapi juga memberikan edukasi.

Baca Juga: Efisiensi Anggaran Pilkades, DPRD Bondowoso Minta TPS Dipusatkan di Kantor Desa

"Jadi, pendamping itu bisa dibilang sama dengan guide yang salah satu tugasnya adalah untuk memberikan edukasi konservasi lingkungan kepada pendaki. Bukan sekedar menjaga batas pendakian sampai Ranu Kumbolo saja,” terangnya.

Tidak sedikit yang merasa keberatan dengan aturan wajib memakai pendamping untuk mendaki sampai batas Ranu Kumbolo. Tentu alasan utamanya karena tarif yang dikenakan terbilang mahal. Sehingga, tugas dan peran dari pendamping pendakian harus dimaksimalkan.

"Untuk saat ini tugas pendamping itu sedang dievaluasi oleh pihak TNBTS, apakah nanti akan ditambah tugasnya, atau justru harganya yang akan diturunkan nanti harus menunggu hasil evaluasinya dari managemen pendakian," tambahnya.

Akses pendakian Gunung Semeru saat ini masih ditutup akibat pertimbangan cuaca ekstrem seperti hujan dan angin kencang. Sehingga, meski tahap evaluasi kebijakan pendamping sedang dibahas, belum ada informasi lanjutan terkait jadwal pembukaan pendakian.

“Ini kalau dari keterangan pihak taman nasional, penutupan Ranu Kumbolo karena pertimbangan cuaca ekstrem yang dikhawatirkan bisa membahayakan. Sehingga tujuan penutupan ini untuk mencegah hal tidak terduga yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (has/son/fid)

 

Editor : Adeapryanis
#Ranupani #Lumajang