radarjember.id - Penambahan alat sistem peringatan dini atau early warning system (EWS) di sejumlah kawasan rawan bencana (KRB) Gunung Semeru saat ini dalam proses kajian. Rencananya, Pemkab Lumajang bakal merima bantuan EWS jenis sirine di empat titik dari Swiss.
Empat titik itu terletak di Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Desa Kertosari dan Pasrujambe, Kecamatan Pasrujambe, serta Desa Gondoruso Kecamatan Pasirian. Penambahan itu melengkapi EWS yang terpasang di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, serta Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro.
Baca Juga: Daftar Grup Lengkap Babak 16 Besar Liga 4 Jatim, Duel Sengit Grup di Banyuwangi
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Amni Najmi menjelaskan, wacana penambahan sistem peringatan dini itu dilakukan di empat kawasan yang sering dilewati lahar hujan Gunung Semeru.
“Itu rencananya mau ditambah di empat titik, ini semuanya wilayah yang sering dilewati banjir lahar, sekaligus juga menjadi kawasan aktivitas masyarakat, utamanya penambang. Untuk EWS nya itu berjenis sirine sebagai peringatan, ini mirip dengan yang di Sumberwuluh alatnya,” terangnya.
Kalaksa BPBD Lumajang Patria Dwi Hastiadi mengatakan, penambahan alat sistem peringatan dini sangat penting, terutama di sejumlah wilayah yang berada di sepanjang jalur aliran lahar dingin Gunung Semeru. Sehingga, informasi tentang potensi bencana yang bisa terjadi bisa diakses lebih cepat.
"Mulai dari kawasan Candipuro sampai Pasirian ini harus dilengkapi semua dengan sistem EWS sebagai peringatan kepada masyarakat jika muncul bencana,” katanya.
Menurutnya, sistem peringatan dini yang saat ini sudah terpasang di sejumlah wilayah sangat efektif untuk mengantisipasi ancaman banjir lahar. "Terkait rencananya bantuan tambahan EWS ini dari pusat yang bekerja sama dengan pemerintah Swiss. Saat ini masih dikaji," pungkasnya. (has/son/fid)
Editor : Adeapryanis