Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Pria Asal Lumajang Ini Nekat Bunuh Diri Diduga Gara-gara Judol

Adeapryanis • Selasa, 21 Januari 2025 | 23:42 WIB

MASALAH: Salah satu tampilan situs judol yang mudah diakses oleh warga. Gara-gara judol, gugatan perceraian makin banyak.(MUHAMMAD HASBI/RAME)
MASALAH: Salah satu tampilan situs judol yang mudah diakses oleh warga. Gara-gara judol, gugatan perceraian makin banyak.(MUHAMMAD HASBI/RAME)

radarjember.id - Seorang pemuda Desa Kraton, Kecamatan Yosowilangun, Lumajang ditemukan meninggal dunia gantung diri, Minggu (20/1) malam. Peristiwa yang menghebohkan warga itu diduga karena korban memiliki masalah keuangan gara-gara judi online (Judol).

Pemuda itu bernama Faisal Afandi, 21, pertama kali ditemukan ibunya dalam kondisi tergantung di pohon mangga yang ada di pekarangan belakang rumah pada pukul 17.15 WIB. Dia gantung diri menggunakan tali tampar ternak sapi dengan panjang sekitar dua meter.

Baca Juga: PT Rolas Nusantara Medika Raih Penghargaan Best AOC Support LCV Akhlak 2024: Bukti Nyata Komitmen Budaya Akhlak Pelayanan Kesehatan Berkualitas

Salah satu tetangga korban Diah mengatakan, sebelum diketahui warga, suara tangis dari ibu korban terdengar kencang. Sehingga, warga langsung mendatangi sumber suara dan menemukan korban tergantung di pohon mangga.

"Awalnya itu saya dengar ibunya teriak histeris, pas didatangi korban ini sudah dalam posisi meninggal tergantung di pohon mangga belakang rumah," terangnya.

Sebelumnya, korban sempat dilarikan ke sebuah klinik yang ada di Desa Karanganyar, Kecamatan Yosowilangun untuk mendapat penanganan medis. Hal itu dilakukan karena denyut nadi tubuh korban masih berdetak. Namun, setibanya di klinik korban dinyatakan meninggal dunia.

"Ini korban sempat dilarikan ke klinik, tapi ternyata sudah meninggal dunia, " tambah Diah.

Baca Juga: Warga Lumajang Diancam Orang Tak Dikenal

Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Untoro Abimanyu menjelaskan, kasus bunuh diri itu diduga karena judol. Sebab, di dalam handphone korban ditemukan aplikasi judol sejak tanggal 17 Januari 2025. Korban juga memiliki pesan yang menunjukkan masalah keuangan.

"Jadi ini terindikasi kuat terdapat tekanan masalah keuangan yang menyebabkan bunuh diri, termasuk korban juga login ke akun judi online, dan ada bukti transaksinya," bebernya.

Jenazah korban diketahui sudah dikebumikan di salah satu tempat pemakaman umum (TPU) yang ada di wilayah setempat. Atas kejadian itu, pihak keluarga telah menerima kepergian almarhum. (has/son/fid)

Editor : Adeapryanis
#Bunuh Diri #judol #bunuh diri akibat depresi #Lumajang