Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Angkutan Umum di Lumajang Hanya Layani Pedagang dan Siswa

Adeapryanis • Minggu, 19 Januari 2025 | 01:08 WIB

STAGNAN: Salah satu penumpang angkutan umum di Lumajang mulai sepi peminat.(ADE APRYANIS/RAME)
STAGNAN: Salah satu penumpang angkutan umum di Lumajang mulai sepi peminat.(ADE APRYANIS/RAME)

radarjember.id - Kondisi angkutan umum di Lumajang setiap tahun makin memprihatinkan. Sejak tahun 2021 lalu, hingga saat ini jumlah angkutan yang beroperasi cenderung stagnan, Bahkan, jumlah penumpang pun mulai mengalami penurunan signifikan.

Catatan Dinas Perhubungan Lumajang, saat ini total ada 67 angkutan umum yang terdiri dari angkutan desa dan angkutan kota. 25 angkutan di antaranya masih beroperasi, sedangkan 42 angkutan lainnya terpantau mangkrak. Jumlah angkutan perlahan terus berkurang.

Baca Juga: Curanmor di Lumajang Makin Meresahkan, Tapi Minim Tindakan

Fachri Dwi Kurniawan mengatakan, penurunan tarif angkutan telah dilakukan. Sebelumnya, ditarik sebesar Rp 10 ribu. Sekarang turun menjadi Rp 8 ribu. Namun, upaya itu juga tidak membuat penumpang bertambah. Rata-rata penumpang angkutan berasal dari pedagang dari pasar dan siswa sekolah.

“Biasanya dalam sehari setiap satu angkutan umum bisa menghasilkan Rp 300 ribu, tetapi saat ini hanya Rp 200 ribu. Angkutan kita bertahan karena pedagang dan siswa sekolah. Kalau pedagang paling banyak diisi 10 orang. Kadang ada juga angkutan yang gelondangan,” ucapnya.

Baca Juga: Pastikan Tak Ada Mutasi Sebelum Bupati Terpilih Menjabat, Begini Kata Pj Bupati Bondowoso M Hadi Wawan Guntoro

Kabid Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Lumajang Bagong Suharno mengatakan, kendaraan yang beroperasi hanya melayani beberapa trayek. Untuk angkutan desa hanya meliputi Yosowilangun, Senduro, Pasirian-Candipuro, dan Klakah-Ranuyoso.

Bagong menambahkan, selama empat tahun terakhir jumlah penumpang terus mengalami penurunan. Angkutan umum beroperasi dua dua kali selama pulang pergi (PP). “Orang lebih suka naik motor sendiri. Sedangkan angkutan umum kan cuma banyak digunakan pedagang,” pungkasnya. (dea/son/fid).

Editor : Adeapryanis
#angkutan umum #lumajang banjir