radarjember.id - Warga Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, cukup kaget dengan meninggalnya seorang penari kesenian Jaran Kencak, Kamis (09/01) malam. Sebab, seniman tersebut meninggal dunia saat melakukan atraksi tari Jaran Kencak.
Seniman bernama Mistar warga Desa Sememu Kecamatan Pasirian menghembuskan nafas terakhir saat tampil di hajatan warga. Kejadian tak terduga itu juga cukup mengejutkan. Sebab, saat jatuh hingga meninggal dunia, laki-laki berusia 53 tahun itu dikira masih melakukan atraksi.
Baca Juga: Jumlah Penerima MBG Belum Dipastikan, Ini Kata Dispendik Jember
Teman dekat Mistar, Abdullah tidak menyangka Mistar yang dianggap masih melakukan atraksi tiba-tiba meninggal dunia. Sebab, tak selang lama menunjukkan kebolehannya, sang seniman itu terjatuh. Apalagi Mistar juga tidak memiliki riwayat dan gejala penyakit.
"Setiap harinya ini tampak sehat, umurnya juga masih 50 tahunan, sebelum tampil juga baik-baik saja tidak ada gejala sakit. Tapi tiba-tiba saja jatuh waktu atraksi masih jalan, awalnya dikira itu bagian atraksi rupanya langsung meninggal di tempat," katanya.
Tubuh Mistar yang tiba-tiba jatuh dan tak kunjung bangun membuat penonton langsung heboh. Sehingga, acara yang baru saja dimulai terhenti saat mengetahui Mistar telah menghembuskan nafas terakhir di sebelah kudanya.
“Atraksinya langsung berhenti, semua salon dimatiin ketika lagi hajatan ruwatan yang dibarengkan haul. Baru mulai atraksi lima menit, habis jatuh tubuhnya sudah tidak bergerak, ada di bawahnya kuda, anaknya ini yang jerit-jerit sambil bolak-balikin tubuh bapaknya,” tambahnya.
Sementara itu, anak Mistar Ervina Ika Sari mengatakan, selama ini kesehatan ayahnya berada dalam kondisi yang baik. Tidak ada gejala penyakit yang diderita, bahkan sebelum tampil sang ayah sempat meminta agar atraksi menarinya bisa direkam.
“Tidak punya penyakit apa-apa, dulu adanya cuma penyakit paru-paru, tapi itu sudah tiga tahun lalu dan sudah sembuh sekarang. Sempat saya bawa ke rumah sakit, karena berharap masih bisa tertolong, tapi mungkin memang sudah takdirnya bapak,” ungkapnya. (has/son/fid)
Editor : Adeapryanis