Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Begini Kesiapan Pemkab Lumajang Soal MBG, Bentuk Tim Pengawas dan Pembinaan

Adeapryanis • Jumat, 10 Januari 2025 | 15:10 WIB

Sub Koordinator Farmasi dan Alat Kesehatan Makanan dan Minuman Dinkes-P2KB Lumajang Sri Lestari
Sub Koordinator Farmasi dan Alat Kesehatan Makanan dan Minuman Dinkes-P2KB Lumajang Sri Lestari

radarjember.id– Lumajang dipastikan tidak menjadi target percontohan dari program MBG tahap pertama. Tapi kesiapan untuk menyambut datangnya program prioritas tersebut terus dilakukan. Terbaru, Pemkab Lumajang mulai membentuk tim khusus pengawas makanan.

Pembentukan tim khusus itu bakal dilakukan oleh Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-P2KB) Lumajang. Sebab, instansi tersebut memiliki peran penting dalam menjamin keamanan dan kesehatan makanan bagi penerima program MBG.

Baca Juga: Selama Tahun 2024 Kejari Jember Tuntaskan Belasan Perkara Selesai Melalui RJ, Tujuh Diantaranya Tindak Pidana Narkotika

Sub Koordinator Farmasi dan Alat Kesehatan Makanan dan Minuman Dinkes-P2KB Lumajang Sri Lestari mengatakan, tim itu bertugas melakukan pembinaan dan pengawasan khusus terhadap pelaku yang memberikan sajian makanan. Tujuannya untuk mengontrol keamanan makanan yang didistribusikan.

“Secara umum ada tiga poin besar yang diampu Dinkes dalam program ini, memberikan pembinaan dan pengawasan kepada penerima itu utamanya. Kedua pemberian bimtek penjamah makanan yang ditunjuk sebagai pra-syarat. Inspeksi kesehatan lingkungan di tempat pengolahan,” katanya.

Setelah beberapa tahapan itu berjalan, setiap penjamah makanan atau penyedia makanan yang telah ditunjuk juga harus memiliki sertifikat laik hygienie sanitasi (SLHS) terlebih dahulu sebagai salah satu syarat kelengkapan perizinan.

Baca Juga: Rangkaian KA Logawa Tersendat Saat Memasuki Terowongan, Berikut Sejarah Panjang Terowongan Garahan Silo Jember Dibangun Tahun 1901 Silam

“Inspeksi kesehatan pada lokasi yang ditentukan. Secara kemampuan kita siap untuk itu, nanti akan dibantu puskesmas yang masing-masing sudah punya alat sanitarian kid. Itu bisa memeriksa terkait apa makanannya tercemar zat  seperti ekoli, boraks atau yang lainnya,” tambahnya.

Kesiapan untuk menyambut program MBG penting dilakukan, terlebih lagi jika mengingat nantinya makanan yang disediakan berjenis cepat saji dengan risiko keracunan cukup tinggi.  

“Ranahnya dinkes itu, memang termasuk semua penanganan jika ada kejadian luar biasa seperti keracunan makanan. Itu memang harus dilakukan karena makanan siap saji ini memiliki risiko tinggi keracunan. Sehingga dengan antisipasi ini, permasalahan itu bisa dicegah,” ungkapnya. (has/son/fid)

Editor : Adeapryanis
#MBG 2025 #Lumajang