Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Lumajang Tidak Terpilih Sebagai Percontohan MBG, INI PENYEBABNYA!

Adeapryanis • Kamis, 9 Januari 2025 | 17:41 WIB

SASARAN: Siswa sekolah dasar di Kecamatan Senduro saat menjalani pembelajaran di luar ruangan, kemarin.(MUHAMMAD HASBI/RAME)
SASARAN: Siswa sekolah dasar di Kecamatan Senduro saat menjalani pembelajaran di luar ruangan, kemarin.(MUHAMMAD HASBI/RAME)

radarjember.id – Semula rencana program makan bergizi gratis (MBG) dijadwalkan serentak se-Indonesia, Senin (6/1) lalu. Tetapi, beberapa daerah masih belum terpilih untuk menjalankan program tersebut. Salah satunya Lumajang. Padahal, Pemkab Lumajang mengklaim telah siap melaksanakan.

Sesuai peraturan presiden (Perpres) Nomor 83 Tahun 2024 tentang badan gizi nasional (BGN), anak-anak sekolah menjadi salah satu sasaran yang bakal menerima MBG. Informasinya, jumlahnya mencapai 127.139 siswa dari jenjang PAUD sampai SMP belum bisa merasakan manfaat itu.

Baca Juga: Rekontruksi Kasus Pemerkosaan Gadis 14 Tahun di Bangsalsari Jember, Berikut Fakta-faktanya

Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dibdikbud) Lumajang Yusuf Agung Pangestu menjelaskan, Lumajang saat ini tidak terpilih pemerintah pusat sebagai salah satu dari 190 kabupaten atau kota yang mendapat kesempatan untuk menjalankan program MBG.

“Semisal nanti program itu berjalan di Lumajang, sesuai ketentuan juknis harusnya siswa-siswi di semua jenjang sekolah bisa dapat sebagai penerima manfaat. Untuk yang di bawah naungan dindikbud itu jumlah calon penerimanya ada sebanyak 127.139 siswa," katanya.

Baca Juga: Jadwal Liga 4 zona Jatim Hari Ini Grup C Jember, Laga Penentuan Persid Jember

Informasinya, penyediaan makan bergizi gratis dilakukan langsung oleh BGN yang bekerjasama langsung dengan komando distrik militer (Kodim) di Lumajang. Sehingga, Dindikbud Lumajang hanya berperan sebagai penerima manfaat.

“Jadi, nanti kita dari dinas pendidikan dan sekolah-sekolah itu bukan pelaksana, melainkan hanya sebagai penerima saja. Untuk pelaksananya instansi lain dari badan gizi nasional bekerjasama dengan kodim," tambahnya.

Sementara itu, Pj Bupati Lumajang Indah Wahyuni menjelaskan, mekanisme penentuan untuk program MBG dilakukan langsung dari pusat melalui BGN. Sampai saat ini Lumajang tidak masuk sebagai daerah percontohan. Hanya saja, secara kesiapan potensi pangan Lumajang dipastikan sudah sangat mendukung.

"Memang ya, Lumajang bukan jadi salah satu target percontohan untuk program itu, tapi misalnya ada program MBG kita siap. Karena potensi pertanian, peternakan, perikanan sangat mendukung. Sudah dibuktikan langsung oleh menteri kehutan dan menko pangan yang melihat ke sini," bebernya. (has/son/fid)

Editor : Adeapryanis
#MBG 2025 #Lumajang