radarjember.id – Mulanya Inggra Nia Romadhoni terjun sebagai atlet taekwondo karena ikut-ikutan sosok sang kakak. Ketertarikan itu justru telah membawanya meraih banyak prestasi gemilang bagi Lumajang. Capaian prestasi yang didapat bahkan membuatnya berkesempatan bisa bersekolah di UPT SMA Negeri Olah Raga SMANOR Jatim di Sidoarjo.
Tidak sedikit catatan prestasi olahraga taekwondo yang sudah diberikan remaja berusia 17 tahun itu untuk daerah asalnya Lumajang. Jenjang prestasi tertinggi yang pernah didapatkan salah satunya menjadi atlet terbaik Poomsae Putri di kejuaraan provinsi (Kejurprov) Taekwondo 2023.
Baca Juga: Megawati Hangestri Akan Tampil Bersama Red Sparks Saat Laga Melawan GS Caltex Pada Jumat 10 Januari
Capaian prestasi terbaru yang didapatkan oleh warga Desa Umbul, Kecamatan Kedungjajang itu salah satunya dinobatkan sebagai best of the best di even Jatim Taekwondo Championship 2024 kemarin. Saat ini, Inggra sedang mempersiapkan diri untuk bisa tampil di debut perdana kejuaraan nasional.
“Tentunya dengan banyak capaian prestasi itu saya sangat senang, semakin betah juga di taekwondo karena selalu didukung. Karena masih banyak even lain yang akan diikuti kedepannya. Jadi, saya harus lebih rajin lagi latihannya biar bisa mempersembahkan prestasi terbaik buat Lumajang,” katanya.
Sosok Inggra dikenal sebagai pribadi yang memiliki semangat tinggi sejak awal bergabung menjadi atlet taekwondo. Keinginan kuat untuk bisa berprestasi di olahraga itupun rupanya didukung penuh oleh pihak keluarga sampai saat ini.
“Sebenarnya anaknya ini bisa dibilang fisiknya kurus, tapi karena tidak pantang menyerah itu dia bisa bertahan dengan olahraga taekwondo yang keras. Awalnya dia tertarik karena ikut-ikutan kakaknya, tapi dengan semangat yang lebih tinggi. Jadi saya selalu mendukung sebagai orang tua,” terang sang bunda Sri Hovida.
Saat ini Inggra tengah menempuh jenjang pendidikan di Sidoarjo, proses itu dilakukan karena kebutuhan untuk meningkatkan prestasinya di bidang olahraga taekwondo. Namun, ketika mengikuti even tertentu, Inggra tetap mendapat pembinaan langsung dari Lumajang.
“Biasanya ada pemanggilan satu bulan sebelum even yang bakal diikutin, setelah itu baru dikembalikan lagi ke sekolah buat berlatih di sekolahnya. Tapi untuk persiapan jangka panjangnya, biasanya akan dipanggil lebih lama, bisa tiga bulan sebelum even. Jenjang prestasinya yang paling tinggi ada di POPDA sama Poprov itu multi event,” ungkap Sekertaris Umum Pengkab Lumajang Garfianka Annur Rizky. (has/son/fid)
Status
Editor : Adeapryanis