Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Update Lalu Lintas Lumajang, Ini Alasan Simpang 3 Tukum Dipersempit

Adeapryanis • Kamis, 2 Januari 2025 | 23:04 WIB

TERBATAS: Penampakan wajah baru jalan di simpang tiga Tukum menuju JLT yang sudah diperkecil. (MUHAMMAD HASBI/RAME)
TERBATAS: Penampakan wajah baru jalan di simpang tiga Tukum menuju JLT yang sudah diperkecil. (MUHAMMAD HASBI/RAME)

 

radarjember.id – Mempertahankan kualitas jalan agar sesuai kapasitas muatan sumbu terberat (MST) jadi alasan awal yang membuat jalan di simpang tiga Tukum menuju jalur lingkar timur (JLT) Lumajang dipersempit. Pembatasan angkutan besar itu hanya berlaku dari arah selatan.

Tahap pengerjaan proyek pengecilan jalan di simpang tiga Tukum rampung akhir tahun kemarin. Saat ini, angkutan kendaraan yang melebihi kapasitas ukuran 2,5 meter tidak bisa melintas. Namun, kendaraan besar tetap masih bisa masuk melalui jalur JLT bagian utara.

Baca Juga: Keluarga Kajari Kediri Tiba-tiba Dihadang Dua Orang Tak Dikenal Ditengah Jalan, Mobil Digedor Hingga Dipepet Sampai Trotoar Jalan

Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Lumajang Arie Bidayanto menjelaskan, pengecilan jalan untuk membatasi angkutan besar yang melintas di JLT memang sengaja dilakukan di satu sisi saja. Alasannya karena masih ada industri di JLT yang membutuhkan kendaraan besar.

"Ini pengecilan jalannya memang hanya di sisi sebelah selatan saja, untuk dari sisi utara tidak dipersempit. Itu karena ada industri seperti SPBU yang butuh angkutan besar, makanya masih bisa masuk dari sebelah utara. Tapi nanti kalau mau keluar lagi harus memutar," katanya. 
Baca Juga: Yogya Falcon Wajah Baru di Ajang Pertandingan Voli Proliga 2025 Yang Siap Mengguncang Pertandingan!

Aturan untuk mempersempit jalur dilakukan karena sudah sesuai dengan kapasitas MST atau kelas jalan. Sehingga, konstruksi pembangunan jalan di JLT juga hanya dikhususkan untuk kendaraan kelas tiga. 

"Jalan kelas tiga itu kemampuan MST nya maksimal hanya delapan ton, pembangunan ini tujuannya untuk membatasi angkutan yang bisa lewat agar bisa mempertahankan kondisi jalannya. Itu karena sebelumnya jalan sempat rusak, dan perbaikannya itu dana hibah dari pusat," tambahnya. 

Mempersempit jalur dirasa menjadi solusi efektif untuk bisa membatasi kendaraan yang melintas. Sebab, jika hanya sebatas melakukan penjagaan selama 24 jam tentunya tidak bisa dilakukan maksimal. 

"Kenapa harus begitu, karena kalau tidak, penjagaan harus dilakukan selama 24 jam, kan gamungkin karena tenaganya terbatas. Makanya dilakukan pembatasan seperti itu, agar kendaraan yang tidak sesuai tidak bisa masuk," ungkapnya. (has/son/fid)

Editor : Adeapryanis
#jalan sempit #Lumajang