radarjember.id - Harga sejumlah kebutuhan pokok di Lumajang selalu mengalami kenaikan lumayan tinggi menjelang hari-hari besar, termasuk natal dan tahun baru (nataru). Salah satunya, seperti harga telur yang saat ini mengalami kenaikan sebesar Rp 2.000 hingga Rp 2.500 perkilogram.
Pantauan di Pasar Baru Lumajang, harga telur di sejumlah kedai dipatok berbeda-beda, ada yang Rp 30.000, sampai Rp 30.500 perkilogram. Sedangkan, berdasar informasi ketersediaan dan perkembangan harga bahan pokok (Siskaperbapo) Jatim, harga telur di Lumajang kisaran Rp 28.000 perkilogram.
Baca Juga: BRI Masuk Daftar Best Employers Asia Pacific 2025 Versi Financial Times dan Statista
Salah satu penjual telur ayam di Pasar Baru Ika mengatakan, selama sepekan yang lalu, harga telur terus beranjak naik. Sebelum mengalami kenaikan, harga telur biasanya cenderung stabil. Seperti pada umumnya.
"Ini harganya memang naik terus, enam hari lalu harganya masih Rp 27.000 sampai 28.000 perkilogram perkilonya. Ya sebisanya semoga harganya bisa normal biar tidak sepi pembeli," katanya.
Sementara itu, Analis Ketahanan Pangan Ahli Muda Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lumajang Ika Wahyuni menjelaskan, harga telur di tingkat produsen saat ini dipatok Rp 27.300 perkilogram. Sedangkan di tingkat konsumen masih dikisaran Rp 29.000 sampai Rp 30.000.
"Ini memang lagi naik sekarang, di pasar pantauannya Rp 29 ribu sampai 30 ribu, biasanya nanti tanggal 28/28 Desember mulai turun lagi. Memang hanya mekanisme pasar saja saat momen natal, karena banyak yang beli jadinya kebutuhan meningkat, harganya naik," terangnya.
Kenaikan harga telur sebelumnya memang sudah diprediksi akan mulai mengalami kenaikan sejak pekan kedua di bulan Desember 2024. Faktornya dipastikan karena mekanisme pasar, sehingga kenaikan harga tidak bisa diintervensi.
"Kenaikannya ini memang karena mekanisme pasar yang berlaku, tidak bisa intervensi, masalahnya bukan karena pakan yang naik. Tapi biasanya kalau berkaca dari tahun kemarin nanti jelang tahun baru bakalan mulai turun lagi," pungkasnya. (has/son/fid).
Editor : Adeapryanis