radarjember.id- Capaian indeks kependudukan digital (IKD) tahun ini meleset. Hingga akhir tahun ini, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Lumajang hanya mampu menuntaskan 14 persen. Padahal aktivasi dokumen kependudukan ditarget 30 persen.
Setelah melakukan evaluasi, ada beberapa faktor yang membuat layanan aktivasi itu minim. Salah satunya, intensitas layanan jemput bola mulai menurun. Padahal, jika dilakukan secara maksimal dan konsisten angkanya cukup tinggi. Seperti capaian bulan September hingga 1.100 aktivasi.
Baca Juga: Terbaru! Ini Jadwal Red Sparks, Megawati Hangesti Siap Jaga Momentum Lawan AI Pepper
Kabid Pengelolaan Informasi Adminitrasi Kependudukan Dispendukcapil Lumajang Yonatan Kobba mengatakan, ada beberapa bulan yang menunjukkan capaian yang sangat tinggi dan sangat rendah. Capaian rendah itu terjadi pada bulan Juli, yaitu hanya sebanya 242 aktivasi.
“Kelemahannya karena sekarang intensitas ke sekolah menurun. Makanya, capaian aktivasi masih jauh dari target. Perbandingan yang sangat jauh ini, akibat kurangnya kunjungan ke sekolah dengan menyasar murid sekolah hingga mahasiswa,” katanya.
Menurutnya, capaian tahun lalu lumayan tinggi ketimbang tahun ini. Sebab, pihaknya menyasar sejumlah perusahaan besar yang memiliki ribuan karyawan. Sehingga, dalam sehari mampu melakukan aktivasi ratusan warga yang belum memiliki dokumen kependudukan berbasis digital.
Baca Juga: Punya Ide Kreatif dan Daya Tarik, Pos Nataru di Bondowoso Ini Miliki Ciri Khas Unik
Berbeda dengan saat ini, pihaknya lebih banyak mengandalkan pelayanan di kantor. Sehingga, dalam sehari hanya terdapat 30 aktivasi. Harapannya, sejumlah fasilitas untuk mempermudah pelayanan aktivasi diperbanyak supaya target setiap tahun dapat tercapai.
“Mungkin orang belum banyak tahu manfaatnya. Padahal dengan IKD semua lebih mudah. Tapi kita terus berupaya memaksimalkan layanan. Termasuk di kantor, tidak ada unsur paksaan,” pungkasnya. (dea/son/fid)
Editor : Adeapryanis