Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Begini Upaya Petani Tekan Biaya Operasional Pengairan di Kabupaten Lumajang

Adeapryanis • Senin, 23 Desember 2024 | 21:25 WIB

INOVASI: Salah satu pompanisasi tenaga surya yang terpasang di sekitar lahan pertanian padi di Desa Labruk Kidul Kecamatan Sumbersuko.(MUHAMMAD HASBI/RAME)
INOVASI: Salah satu pompanisasi tenaga surya yang terpasang di sekitar lahan pertanian padi di Desa Labruk Kidul Kecamatan Sumbersuko.(MUHAMMAD HASBI/RAME)

 

radarjember.id – Upaya untuk meningkatkan produktifitas pertanian terus dimaksimalkan. Salah satunya dengan pemanfaatan bantuan pompanisasi tenaga surya dari Kementerian Pertanian (Kementan) kepada sejumlah kelompok tani (Poktan). Hasilnya, ongkos operasional pengairan sawah dapat ditekan.

Salah satu wilayah yang sudah merasakan manfaat dari pompa air tenaga matahari itu ada di Desa Labruk Kidul, Kecamatan Sumbersuko. Sedikitnya sudah ada lima unit pompa air yang berdiri di sekitar lahan pertanian padi. Satu unit pompa diketahui dapat mencukupi pengairan lahan pertanian padi hingga 10 hektare.

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Labruk Kidul Sri Widayati mengatakan, bantuan yang sudah didapat menjadi solusi bagi petani di Desa Labruk Kidul untuk keluar dari masalah kekurangan pasokan air. Kemudian setelah terpasang, ongkos pengairan petani bisa ditekan hingga 90 persen.

Baca Juga: Wakili Jember, Sepak Terjang Skuad JFoS U-10 Melaju ke Seri Nasional

“Dulu itu petani banyak ngeluh karena di sini sulit air untuk mengaliri lahan padi, apalagi waktu musim kemarau. Setelah dipasang itu biaya pengairan sawah hampir tidak dikeluarkan petani sama sekali, ini juga bisa meningkatkan produktifitas pertanian di sini,” katanya.

Pompanisasi tenaga surya akan secara otomatis mengaliri sawah-sawah dengan menyedot air dari sumur yang ada tepat di bawahnya. Saat matahari semakin terik, aliran air akan semakin deras, kemudian akan redup saat sore harinya.

“Ada lima unit semuanya kalau di Kecamatan Sumbersuko dan baru saja terpasang di 2024. Setiap unitnya bisa mengkaver lahan pertanian padi yang sulit dijangkau pengairan dari irigasi. Berjalan secara otomatis setiap harinya yang penting ada matahari,” tambahnya.

Sementara itu, Analis Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lumajang Sukarno Mukti menjelaskan, hingga 2024 ini sudah ada 94 unit pompanisasi tenaga surya yang tersebar di 11 kecamatan.

Baca Juga: Jembatan Diperbaiki, Getek di Pelosok Jember Akhirnya Bisa Beroperasi Kembali

“Itu ada di Kecamatan Tempursari, Pasirian, Tempeh, Sumbersuko, Lumajang, Tekung, Kunir, Yosowilangun, Rowokangkung, Jatiroto, Sukodono, Pasrujambe, dan Senduro. Jumlahnya tersebar, dan dipasang secara bertahap jika sudah ada bantuan dari Kementan,” ungkapnya. (has/son/fid)

 

 

 

 

Editor : Adeapryanis
#Petani #pengairan #Lumajang