radarjember.id - Pembangunan DAM Gambiran ditarget rampung akhir Desember 2024. Sebelumnya pengerjaan diklaim akan menggunakan strategi khusus saat musim hujan tiba. Tetapi proses penyelesaiannya justru terhambat oleh intensitas hujan yang cukup tinggi.
Tahap pengerjaan Dam Gambiran direncanakan akan dilakukan dari bagian bawah terlebih dahulu. Tujuannya untuk bisa mencegah kerusakan akibat banjir yang datang saat musim hujan. Proses tersebut juga disebut bisa membuat pekerjaan jadi lebih cepat.
Baca Juga: Jembatan Diperbaiki, Getek di Pelosok Jember Akhirnya Bisa Beroperasi Kembali
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pekerjaan Rehabilitasi Dinas Pekerja Umum Sumber Daya Air (PU-SDA) Jatim Annas Wibowo menjelaskan, secara keseluruhan realisasi pembangunan dam gambiran hingga, Minggu (15/12) lalu mencapai 86,12 persen.
"Secara keseluruhan kegiatan dari rencana kumulatif 91,80 persen realisasi sampai dengan 15 Desember 2024, capaiannya ada di persentase 86,12 persen, jadi ada keterlambatan sekitar 5 persen," katanya.
Keterlambatan realisasi fisik itu terjadi karena adanya gangguan cuaca seperti hujan hingga menyebabkan banjir dari hulu sungai. Meski begitu, kendala itu dipastikan tidak akan menyebabkan realisasi pembangunan meleset. Sehingga, bakal tetap rampung tepat waktu di 31 Desember 2024 nanti.
"Pekerjaan yang sedang dilaksanakan yaitu pemasangan atau pengecoran mercu bendung dan pemasangan dinding batu di sayap. Cuaca memang sempat menghambat, beberapa kisdam kita juga terkena banjir, tapi secara struktur tidak masalah, cuma kisdam yang sempat rusak sudah kita perbaiki," tambahnya.
Pembangunan DAM Gambiran menjadi pekerjaan penting untuk mendukung produktivitas pertanian di tiga wilayah terdampak akibat rusaknya bendungan. Sehingga ratusan hektare sawah di tiga lokasi tidak mendapatkan pasokan air irigasi.
"Tentunya pekerjaan proyek ini bukan hanya memastikan DAM bisa selesai terbangun, tapi juga fasilitas penunjang seperti saluran menuju irigasi juga bisa selesai tepat waktu untuk memastikan aliran air kembali normal. Sehingga produktivitas pertanian di wilayah terdampak bisa kembali produktif," ungkapnya. (has/son/fid)
Editor : Adeapryanis